-Sinoeng N Rachmadi: “ Tempat Wisata Harus Aman, Bersih dan Nyaman”

DTW Guci Lakukan Prasimulasi Pembukaan

0 105

BUMIJAWA- Pengelola Daerah Tempat Wisata (DTW) Guci, Bumijawa, Kabupaten Tegal melakukan persiapan sebelum destinasi wisata ini dibuka untuk wisata.  Salah satu persiapan yakni dengan mengadakan prasimulasi pembukaan tempat wisata di era tatatan normal baru,Jumat (19/6) siang.

Prasimulasi dihadiri oleh Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata  (Disporapar) Jawa Tengah, Sinoeng N Rachmadi, Plt Kadispora Kabupaten Tegal ,Suharinto dan jajarannya serta sejumlah pelaku usaha pariwisata di Kabupaten Tegal.

Pada prasimulasi ini, Sinoeng  meninjau sejumlah lokasi, mulai pintu masuk dan beberapa venue di Guci termasuk di Baron Hill. Di lokasi itu, Sinoeng memastikan , destinasi wisata telah menyiapkan   protokol kesehatan dan standar operasional prosedur yang diterapkan saat tempat wisata tersebut dibuka.

“Sesuai instruksi gubernur Jateng bahwa setiap destinasi wisata diminta melakukan simulai terlebih dulu sebelum mereka membuka rencana operasi bagi para wisatawan,”jelasnya.

Hasil pantauannya, pengelola tempat wisata sudah menyiapkan protokol kesehatan. Diantaranya dengan menyiapkan tempat cuci tangan dengan air mengalir dan sabun atau hand sanitizer.

Ditegaskan olehnya,  ada tiga syarat minimal yang harus dipenuhi destinasi wisata saat dibuka untuk wisata di masa new normal. Yakni harus aman, bersih dan nyaman.

Saat meninjau Baron Hill, salah satu destinasi wisata di DTW Guci, Sinoeng menyampaikan koreksi mengenai  tata cara transaksi pembelian tiket  di tempat wisata yang menyediakan sejumlah spot swa foto.  Di tempat tersebut,  pembelian tiket dilakukan secara tunai.

“Saya sarankan supaya dibagi saja, apakah 70  banding 30 persen, satu dengan menggunakan media online atau menggunakan sistem transfer, dan yang satu menggunakan tiket box. Supaya mengurangi antrian orang dalam membayar di tiket box,”tuturnya.

Bukan hanya melalui online, pesanan tiket juga bisa dilakukan melalu WhatsApp dan transfer melalui bank, sehingga pengelola diharapkan bisa menyiapkan rekening yang dituju. Bukti transfer  itu menjadi bukti pada saat calon pengunjung akan masuk ke tempat wisata.

“Yang kedua  bisa melalui barcode. Di Guci baru ditunjukkan yang tiket box, yang barcode sedang disiapkan,”imbuhnya.

Setelah prasimulasi, pada awal Juli nanti akan dilakukan simulasi yang rencananya akan diikuti Forkopimda Kabupaten Tegal.Selanjutnya,  setelah dilakukan simulasi agar dilakukan evaluasi.Sinoeng menyarankan agar simulasi dan evaluasi dilakukan sebanyak dua kali.

Dalam evaluasi ini, Sinoeng yang pernah menjabat Pjs Bupati Tegal pada tahun 2018 itu, menyarankan agar memberikan kesempatan kepada jurnalis dan netizen sebagai bagian dari pentahelix kepariwisataan.

“Jurnalis dan netizen juga menjadi agent of marketing , memberikan keterwakilan dari masyarakat terhadap keyakinan kesiapan destinasi wisata,”tuturnya.

Terkait dengan identifikasi calon pengunjung, Sinoeng mengatakan, hal itu penting dilakukan. Tetapi penolakan calon pengunjung tidak direkomendasikan olehnya.

“Yang ditolak bukan berdasarkan daerah asal, daerah asal itu dicatat untuk memperoleh data riwayat perjalanan, tapi yang sangat signifikan untuk penundaan atau menolak pengunjung adalah kondisi terkini, sehingga setiap pintu masuk destinasi wisata juga menyiapkan thermal gun,”imbuhnya,

Dari informasi pengelola DTW Guci, lanjut Sinoeng, destinasi wisata Guci sudah menyiapkan satu posko kesehatan dan satu unit mobil ambulans serta tim dokter. Diharapkan, semua sudah siap saat dilakukan simulasi.

Tak kalah penting, kata Sinoeng, adalah pola rujukan.  Ada satu ruang khusus yang disiapkan manakaka ada pengunjung yang suhunya diatas 37,8 derajat celcius.

“Nah itu tidak boleh masuk, tetapi harus ada tindak lanjut supaya tidak menimbulkan dampak lebih lanjut,”sebutnya.

Berkaitan dengan simulasi pembukaan tempat wisata, Sinoeng menjelaskan, sesuai instruksi gubernur, simulasi direkomendasikan untuk 50 peserta. Apabila lebih dari 50 orang, harus menerapkan protokol kesehatan, dengan menjaga jarak dan tidak mengganggu jalannya simulasi.

Pada saatnya diizinkan dibuka untuk umum, jumlah pengunjung juga akan dibatasi, maksimal 20 persen dari kapasitas normal.

Sinoeng menyontohkan, Taman Wisata Candi Borobudur yang biasa dikunjungi 12.600 wisatawan,  rencananya akan dibuka akhir Juni  dengan menerima pengunjung sebanyak 10 persen.

Untuk Guci, Sinoeng yang menjabat PJs Bupati Tegal pada tahun 2018 itu, menyarankan agar dibuat sistem shift. Shift pertama dibuka mulai pukul 08.00 sampai dengan 11.00 dengan jumlah pengunjung terbatas. Saat pukul 11.00 pengunjung diharapkan meninggalkan Guci, kecuali bagi pengunjung yang menunjukkan mereka akan menghuni hotel.   Selanjutnya, shift kedua dibuka mulai pukul 13.00 sampai dengan 16.00.

“Ini harus disampaikan agar tidak  terjadi miskomunikasi. Artinya dalam sehari tidak dibuka secara fullday, tapi dibuka bertahap dan dibagi dua shift,”ungkapnya.

Plt Kepala Dinas Porapar Kabupaten Tegal, Suharinto menambahkan, setelah simulasi tahap pertama dan melewati dua minggu tidak ditemukan kasus Covid-19, maka dari 20 persen pengunjung akan naik menjadi 50 persen. Hal ini juga berlaku untuk hotel dan lainnya.

Suharinto yang juga menjabat Kepala Satpol PP Kabupaten Tegal ini menyebutkan, untuk pembukaan awal, pengunjung diutamakan warga lokal Kabupaten Tegal.

“Insya Allah kami sudah siap, mulai dari SOP, menyiapkan protokol kesehatan seperti alat untuk cuci tangan yang diletakkan di pos-pos tertentu, pembentukan Satgas kepatuhan dari karyawan Disporapar,” imbuhnya.

Sementara itu, pengelola destinasi wisata Baron Hill, Sueb mengatakan, selama destinasi ditutup sejak Maret 2020, pihaknya tetap melakukan pemeliharaan dan menyiapkan protokol kesehatan.

“Kami sudah menyiapkan alat pengecek suhu badan, tempat cuci tangan dan sabun, pelindung wajah bagi karyawan, sarung tangan dan hand sanitizer,”sebutnya.

Sueb menyebutkan, pihaknya sudah siap apabila akan dilaksanakan simulasi tahap pertama di DTW Guci. Pihaknya sudah menyiapkan protokol kesehatan bagi pengunjung dan karyawan. Mengenai jumlah pengunjung, pihaknya juga akan mengikuti  seperti  yang diinstruksikan pemerintah. (Sari/Red-06)

 

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.