Sastrawan Tegalan Terbitkan Buku Puisi Corona

0 260

Pandemi covid 19 membawa dampak semua bangsa di dunia tak berdaya. Tak terkecuali juga Kota Tegal menghadapi kewan lembut yang tak tampak sampai-sampai melakukan pemadaman lampu jalanan dan 49 titik jalan dipasangi beton berton-ton.

Hal itu disampaikan editor buku antologi Puisi Tegalan “Mati Rasa Mati Kuasa” dalam Pengantar Pembukaan buku.

Menurutnya, buku yang diterbitkan oleh Komunitas Sastrawan Tegalan ini, merupakan catatan penting tentang musibah pembasmian manusia paling jahat dan onar sepanjang sejarah manusia.

“Orang bilang peristiwa ini pase menuju zaman akhir.
Karena apa? Marabahaya seperti ini belum pernah terjadi keonaran segemuruh ini. Jika penjahat perang melenyapkan nyawa manusia dalam hitungan ribuan, belum seberapa dengan petaka yang sedang kita dihadapi,” katanya.

Dalam lanjutan pengantarnya, lebih lanjut dia memaparkan bahwa marabahaya ini tergolong membabi buta. Tak cuma terjadi dalam satu negara, melainkan menyeluruh ke seantero jagad secara slimutan. Pantas betul bila musibah ini dinamai pageblug sejagat.

“Amerika Serikat sekarat.
Italia merana.Inggris nangis nggegiris.Spanyol kowol-kowol. Francis teris-iris. India menderita, dan Negara China diina-dina.”

Buku setebal 106 halaman ini terhimpun kurang lebih 47 puisi Tegalan. Para penulisnya para wartawan, tukang kayu, pengamen jalanan, dosen, seniman, pejabat, guru, penganggur, dan bahkan mantan Wakil Walikota Tegal yang pernah menjabat rektor.

Buku tersebut segera terbit dalam minggu ini. Menyusul sebelumnya, Komunitas Sastrawan Tegalan telah menerbitkan antologi puisi Tegalan – Jerman bertajuk “Deutschland Geniessen” (Njlajah Jerman), antologi Puisi Pendek Tegalan tiga baris yang dinamai Kur 267, berjudul “Layang Layang Strern” alias “Lintang Layang Layang” dalam bahasa Tegalan Jerman dengan penulis Lanang Setiawan berkolaborasi dengan Siswi SMA Negeri 1 Slawi, Kabupaten Tegal, Fajrina Citra Asokawati bertindak sebagai alihwacan bahasa Jerman. Kecuali itu, telah terbit juga antologi Kur 267 berjudul “Kota Beton”, serta antologi WangsiKur, sebuah karya sastra Puisi Tegalan berjudul “Begawan Cinta”. (Wawan Hoed/Red1)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.