Lembaga Keuangan Diminta Beri Jawaban Clear dan Straight Forward

VIDEO CONFERENCE : Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono didampingi Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi, Sekda Kota Tegal, Johardi dan kepala OPD melakukan video conference bersama OJK. SMpantura/ Haikal

TEGAL – Lembaga Keuangan diharapkan memberikan jawaban yang clear dan straight forward terhadap permasalahan debiturnya yang saat ini banyak terdampak pandemi Covid-19.

Hal tersebut dikatakan Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi, dalam video conference pembahasan stimulus perekonomian di Jawa Tengah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 3 Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (16/04) siang.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono, Sekretaris Daerah Kota Tegal, Johardi, Kepala OJK Tegal, Ludi Arlianto, Asisten II, Herlien Tedjo Oetami dan Kepala OPD di Lingkungan Pemkot Tegal.

Video Conference dipandu oleh Kepala OJK Regional 3, Jawa Tengah dan DIY, Aman Santosa dan dibuka dengan pengantar oleh Sekda Provinsi Jawa Tengah, Heru Setiadhie dan menghadirkan Anggota DPR RI Komisi XI, Dr Musthofa serta diikuti oleh 35 kota kabupaten se-Provinsi Jawa Tengah.

Menurut Jumadi, banyak masyarakat yang mempertanyakan perihal debitur dalam sebuah diskusi dengan lembaga keuangan, baik perbankan maupun leasing. Namun, mereka hanya bisa mendapatkan jawaban yang kurang lengkap dan selalu menunggu instruksi pusat.

“Ini mbulet kalau begini, sehingga tidak ada jawaban yang memuaskan. Sementara, kami di sini ditanya terus sama mereka. Pak Wali, Pak Wakil, kalau ditanya mereka jawabannya selalu menunggu dari pusat,” kata Jumadi.

Untuk itu, Jumadi meminta harus ada arahan yang clear dan straight forward kepada permasalahan. Kemudian, lembaga keuangan sudah harus tahu masing-masing kemampuan nasabahnya. Dari keduanya itu, debitur harus aktif dan sebaliknya kreditur juga harus aktif.

“Kalau tahu nasabahnya harus di restrukturisasi ya laksanakan. Jangan sampai jawabannya menunggu instruksi dari pusat terus,” ungkapnya.

Sekda Jateng, Heru mengatakan, video conference merupakan ajang sosialisasi secara massif terhadap program relaksasi dan restrukturisasi akibat pandemi Covid-19. Sebab, saat ini dunia usaha dan industri perbankan serta non perbankan harus dijaga keberlangsungan hidup dan kesehatannya.

Dalam situasi seperti ini, Heru menghimbau agar lembaga keuangan bisa memilih dan memprioritaskan nasabah yang pelru mendapatkan fasilitas utama. Tetapi sebaliknya Heru menghimbau bagi usaha yang masih eksis tidak mendesak untuk diberikan keringanan.

Sementara, Kepala OJK Regional 3, Aman Santosa menyebut, sosialisasi tersebut merupakan penyamaan persepsi pelaksanaan retrukturisasi yang dilaksanakan di lapangan. Dengan begitu, diharapkan ada pemahaman bersama terhadap kondisi saat ini.

“Kita semua terdampak. Tetapi kita lebih memprioritaskan bagi yang sangat membutuhkan,” tegasnya. (Haikal/red10)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.