Komisi III : Desa Siap Tangani Virus Korona

KUNJUNGAN : Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Tegal melakukan kunjungan di Desa Kramat, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal, Selasa (14/4). Kunjungan itu dilakukan untuk mengecek kesiapan desa dalam penanganan Covid-19. (SMPantura.com/Wiwit)

SLAWI – Komisi III DPRD Kabupaten Tegal mengunjungi sejumlah desa untuk pengecekan penanganan Virus Korona (Covid-19), Selasa (14/4). Dalam kunjungan itu, hampir semua desa telah mempersiapkan penanganan Covid-19 dari mulai penyemprotan hingga isolasi mandiri warganya yang pulang dari perantuan.

Kunjungan Komisi III diikuti oleh H Bakhrun SH Mkn, Catur Buana Zanbika, Abu Suud, dan H Wasbun Jauhara Khalim SE. Kunjungan diawali di Desa Kramat dan Desa Ketileng di Kecamatan Kramat.

“Pada dasarnya desa-desa sudah bergerak untuk penanganan cepat penyebaran Virus Korona,” kata Bakhrun saat kunjungan di Desa Kramat.

Dikatakan, sejak awal maraknya wabah Covid-19 di Indonesia, desa-desa di Kabupaten Tegal telah membentengi masuknya Virus Korona dengan memeriksa setiap warganya yang pulang kampung. Desa telah melakukan penyemprotan disinfektan terhadap para perantauan, termasuk penyemprotan lingkungan sekitar. Hal itu serentak dilakukan di tingkat desa hingga RT.

“Masyarakat Kabupaten Tegal memang banyak yang perantuan. Ini sangat berpotensi tinggi membawa Virus Korona ke Kabupaten Tegal. Namun, desa sangat sigap untuk menangani ini,” ujar politisi PKS itu.

Anggota Komisi III lainnya, Catur Buana Zanbika yang akrab disapa Buan menuturkan, antusias pemerintah desa untuk menangkal Virus Korona sangat tinggi. Hal itu dibuktikan dengan alokasi anggaran khusus untuk penanganan Covid-19 di Desa Kramat sebesar Rp 30 juta. Tidak hanya penyemprotan, tapi juga pembagian masker dan Alat Perlindung Diri (APD) lainnya.

“Desa sudah melakukan pendataan terhadap warganya yang terdampak dengan wabah Virus Korona. Korban PHK di Desa Kramat sebanyak 22 orang dan warga yang tidak mendapatkan PKH dan BPNT sebanyak 202 orang,” terang politisi PKB itu.

Sementara itu, Kades Kramat H Soleh menjelaskan, warga perantauan yang sudah pulang kampung sebanyak 52 orang. Mereka pulang kampung sejak sebulan lalu, karena di perantauan tidak bisa bekerja dengan kondisi wabah Korona. Saat mereka pulang, desa telah melakukan upaya penyemprotan dan membagikan masker ke warga tersebut. Pemerintah desa juga meminta kepada para perantauan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masih. Jika ada yang mengalami gejala mirip terkena Virus Korona agar segera menghubungi tenaga medis setempat.

“Isolasi mandiri dilakukan selama 14 hari. Sejauh ini belum ada yang mengeluhkan tentang kesehatannya selama isolasi mandiri,” katanya.

Ditambahkan, untuk menghindari penyebaran virus tersebut ke warga desanya, pemerintah desa telah menghimbau kepada para perantauan asal Desa Kramat untuk tidak mudik Lebaran. Hal itu dimaksudkan untuk menjaga keluarga di rumah agar tidak terinfeksi Covid-19.

“Mungkin orang yang terkena virus bisa kuat, tapi belum tentu keluarga di rumah. Makanya, kami meminta agar para perantauan tidak mudik,” tegasnya. (Wiwit-red03)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.