Hadapi Kaum Urban, Kelurahan Siapkan Sekolah Untuk Karantina

RAPAT KOORDINASI : Kelurahan Kaligangsa menggelar rapat koordinasi bersama Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), RT, RW serta relawan masyarakat untuk menghadapi kaum urban dari Jabodetabek. SMpantura/ Haikal

TEGAL – Kelurahan Kaligangsa, Kecamatan Margadana, menjadi salah satu daerah yang mendominasi di Kota Tegal akan warganya yang melakukan urbanisasi ke Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Hampir 90 persen warga Kaligangsa, mengais rezeki dengan membuka usaha di sana.

Dari jumlah tersebut, tidak menutup kemungkinan separuh diantaranya bakal mudik dadakan, untuk pulang ke kampung halamannya. Mengingat pandemi Covid-19 berdampak hebat pada sektor perekonomian, khususnya para pelaku usaha Warung Tegal atau Warteg.

Untuk menghadapi adanya arus mudik dari Jabodetabek, pihak kelurahan telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi. Seperti diantaranya bakal meminjam bangunan sekolah, untuk dijadikan ruang karantina sementara para kaum urban tersebut.

Seperti halnya yang diutarakan Lurah Kaligangsa, Jaenudin saat ditemui di kantornya, Selasa (14/4) siang. Pria berpawakan tinggi ini menyebut, pihaknya tidak memiliki tempat karantina yang dimaksud, untuk mengisolasi sementara para pendatang dari Jakarta yang masuk dalam zona merah Covid-19.

“Jauh-jauh hari, kita sudah memikirkan efek Covid-19. Utamanya bagi warga Kaligangsa yang punya warteg di sana. Mereka pasti ingin kembali pulang,” singkat Jaenudin.

Untuk itu, pihaknya menggandeng Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), RT, RW serta relawan masyarakat. Masing-masing dari mereka, menyumbangkan tenaga serta pikiran dengan mengedukasi warganya agar menjaga hidup bersih dan sehat.

Tak melulu soal kesehatan, pihaknya juga meminta setiap warga berperan sebagai kader untuk mengingatkan saudara, kerabat maupun keluarganya yang pulang ke Kota Tegal, agar melapor ke RT/ RW setempat. Terlebih, bagi mereka yang bermasalah akan kesehatannya.

Sementara Kepala Puskesmas Kaligangsa, dr Ifo Herwanti mengatakan, untuk menghadapi kaum urban dari berbagai kota, khususnya daerah terjangkit, dibutuhkan kerja sama seluruh lapisan masyarakat. Tidak melulu hal tersebut menjadi tanggung jawab kelurahan dan puskesmas saja.

“Dengan adanya RT/ RW dan kader kesehatan, nantinya mereka akan melaporkan jika mendapati warganya yang pulang dari luar kota. Setelah dicatat data lengkapnya, kemudian data tersebut diberikan kepada puskesmas dan akan ada surveilans yang menghubungi by name,” kata Ifo.

Tak hanya itu, dr Ifo berharap, para warga yang baru datang dari luar kota tidak melakukan aktivitas di luar ruangan terlebih dulu. Mereka diminta untuk melakukan karantina mandiri selama 14 hari di rumahnya masing-masing.

“Selama menjalani karantina mandiri dan tidak ada keluhan. Warga pendatang ini tidak perlu memeriksakan diri ke puskesmas. Cukup nanti didata oleh RT/ RW dan akan ada konsultasi kesehatan dari tim surveilans secara berkala,” imbuhnya. (Haikal/ red10)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.