Warga di Perbatasan Losari Antusias Terima Pembagian Masker Gratis

Pengurus Karangtaruna, GP Ansor dan Pemuda Pancasila di Kabupaten Brebes tengah membagikan masker gratis pada warga di daerah perbatasan Losari, Brebes. (smpantura.com/ setiawan)

BREBES – Ratusan warga di daerah perbatasan Kabupaten Brebes, tepatnya di Kecamatan Losari, antusias menerima pembagian ribuan masker gratis, Minggu (12/4). Mereka bahkan rela berebut untuk mendapatkan masker gratis, yang dibagikan gabungan sejumlah organisasi kepemudaan di Kota Bawang. Yakni, Karang Taruna, GP Ansor dan Pemuda Pancasila.

Selain di Losari, pembagian masker juga dilakukan di Kecamatan Bulakamba, Brebes. Di kecamatan itu, juga dilakukan aksi penyemprotan desinfektan di sejumlah titik fasilitas umum. Di antaranya, sekolah, pasar dan tempat ibadah. Aksi pembagian masker gratis dilakukan gabungan organisasi kepemudaan di sepanjang jalur pantura. Sasarannya, para tukang becak, pedangang kaki lima dan masyarakat yang melintas.

Dalam waktu singkat, seribu lebih masker kain yang dibagikan langsung habis. Bahkan, warga yang menerima langsung memakainya. Rosid (41) salah seorang tukang becak mengaku, selama ini tidak menggunakan masker karena memang tidak mempunyai. Sementara untuk membeli, selain tidak mempunyai uang, juga binggung membelinya dimana. Padahal dirinya tahu jika pemerintah sudah menyerukan agar masyarakat wajib mengenakan masker. “Ya tahu ada anjuran dari pemerintah soal masker ini. Tapi saya tidak punya, mau beli juga tidak punya uang. Tapi, Alhamdulilah ini saya dapat masker yang dibagikan gratis dan langsung dipakai,” tuturnya di temui saat mangkal di tepi Jalur Pantura Losari.

Ketua Karangtaruna Kecamatan Losari, Brebes, Ika Helmayadi Mansyur mengatakan, sedikitnya 1.000 masker telah dibagikan ke masyarakat di daerah perbatasan Jateng dan Jabar. Aksi itu sebagai bentuk kepedulian
dan untuk mendukung seruan pemerintah terkait kewajiban bermasker. Sebab sejauh ini pihaknya melihat masih banyak warga tidak menggunakan masker. “Aksi pembagian masker gratis yang kami lakukan ini, ternyata mendapat respon dari warga. Mereka ternyata sangat berharap memakai masker. Ini sebagai upaya mencegah penyebaran virus korona,” ujarnya.

Anggota GP Ansor Brebes tengah menyemprot desinfektan di Pasar Bulakamba, Brebes, Minggu (12/4). (smpantura.com/ setiawan)
Anggota GP Ansor Brebes tengah menyemprot desinfektan di Pasar Bulakamba, Brebes, Minggu (12/4). (smpantura.com/ setiawan)

Banyaknya warga yang saat ini belum memakai masker, kata dia, itu karena beberapa faktor. Di antaranya, faktor ekonomi sehingga tidak bisa membeli masker. Kemudian, faktor kesadaran masyarakat yang masih kurang. “Ini juga bisa karena kurangnya sosialisasi pentingnya memakai masker saat pendemi korona. Makanya, kami juga memberikan sosialisasi,” sambungnya.

Sementara Pengurus GP Ansor Kabupaten Brebes H Haryanto mengatakan, selain membagikan masker, pihaknya juga melakukan penyemprotan desinfektan di beberapa fasilitas umum, seperti pasar. Ia menilai, banyaknya warga yang belum sadar mengenakan masker, karena faktor stok masker yang mengalami kekurangan dan masih kurangnya sosialisasi dari pemerintah daerah hingga ke tingkat desa. “Kami berharap dan mengajak pemkab untuk bersama-sama mengingatkan masyarakat untuk memakai masker. Melalui kegiatan kami ini, diharapkan warga bisa punya masker dan dipakai,” pungkasnya.

(setiawan-red2)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.