Dampak Korona, 268 Pekerja di PHK

-Ratusan Pekerja Dirumahkan

SISWONDO

SLAWIRatusan pekerja di Kabupaten Tegal kehilangan pekerjaan akibat wabah Korona. Sebanyak sembilan perusahaan telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan merumahkan pekerjanya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Perinaker) Kabupaten Tegal Nur Ma’mum melalui Kasi Penempatan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Siswondo mengatakan, sampai saat ini sudah ada sembilan perusahaan yang melaporkan telah melakukan PHK . Pekerja yang terkena PHK mencapai 268 orang.

“Perusahaan yang melakukan PHK antara lain PT Sketch Tegal Electronics, perusahaan pembuat headset di Slawi. Pekerja yang di PHK 242 orang dalam beberapa bulan ini. Kemudian PT SAI Garmen Warureja, PT NKP, TLS,”jelasnya kemarin.

Siswondo menyebutkan, PHK dilakukan secara bertahap sejak Januari 2020. Perusahaan melakukan PHK karena mengalami kendala dalam produksi dan distribusi akibat adanya wabah Korona.

“Seperti perusahaan garmen, yang bahan bakunya dari Tiongkok dan ekspornya juga kesana. Sejak wabah Korona di Wuhan, perusahaan terkendala dalam mendapatkan bahan baku dan ekspor,”jelasnya.

Siswondo menyebutkan, perusahaan telah menyelesaikan kewajiban terkait pembayaran pesangon yang semestinya diterima pekerja. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Selain melakukan PHK, perusahaan di Kabupaten Tegal juga telah merumahkan pekerjanya.

“Saat ini sudah ada 422 penduduk Kabupaten Tegal dan 423 penduduk luar Kabupaten Tegal yang telah dirumahkan. Banyak alasan perusahaan melakukan hal tersebut. Mereka akan dipanggil bila dibutuhkan ,”sebutnya.

Mengenai hak pekerja yang dirumahkan,kata Siswondo, sudah semestinya mereka mendapat gajinya sesuai dengan ketentuan, atau sesuai dengan perjanjian bipartit anatara perusahaan dan pekerja.

Menurutnya, para pekerja yang di PHK dan dirumahkan akan diusulkan untuk mendapat Kartu Pra Kerja (KPK). Untuk tahap I, KPK diprioritaskan bagi orang terdampak Korona, PHK, dirumahkan dan Calon Pekerja Migran Indonesia yang gagal berangkat.

“Dinas Perinaker sudah melakukan pendataan dan data dikirimkan ke Posko Pra Kerja Provinsi Jateng. Nanti yang disetujui berapa,”imbuhnya.

Ditambahkan olehnya, selama pandemi Covid-19 , semua kegiatan penempatan tenaga kerja berhenti. Tidak ada rekrutmen dan penempatan di luar negeri . “BKK dan PJTKI tidak beroperasi sampat batas waktu yang tidak ditentukan,”sebutnya.

Sementara itu, untuk mencegah penyebaran rantai penularan Covid-19, Dinas Perinaker melakukan pemantauan ke perusahaan-perusahaan untuk memastikan SOP kerja di perusahaan telah dilaksanakan. (Sari/Red-06)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.