Tambah Satu Lagi, PDP Meninggal Asal Kabupaten Tegal Jadi Empat Orang

SIARAN PERS : Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Tegal dr Joko Wantoro menyampaikan perkembanhan kasus Covid-19, beberapa waktu lalu.(SMPantura.com/Wiwit)

SLAWI – Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 asal Kabupaten Tegal, kembali meninggal dunia di RSUD Dr Soeselo Slawi, Rabu sore (8/4). Kendati belum diketahui pasien asal Kecamatan Pagerbarang berjenis kelamin perempuan, dan berusia 50 tahun positif terinfeksi Virus Korona, namun menambah jumlah PDP yang meninggal menjadi empat orang.
Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Tegal dr Joko Wantoro, Rabu (8/4) malam ini mengatakan, penyebab kematian pasien ini belum bisa diputuskan karena masih menunggu hasil tes swab yang belum keluar. Pasien ini pertama kali masuk ke rumah sakit pada Jumat (3/4) lalu dengan status Orang Dalam Pemantauan (ODP).
“Status awalnya adalah ODP, tapi karena sakitnya semakin berat dan hasil rontgen mengindikasikan pneumonia, jadi statusnya ditingkatkan menjadi PDP. Pasien sempat masuk ICU dalam kondisi tak sadarkan diri dan sore tadi sebelum maghrib, pasien menghembuskan nafas terakhirnya,” katanya.
Menurut dia, dari hasil pemeriksaan kesehatan juga diketahui pasien menderita penyakit kronis. Dalam situasi pandemik Covid-19 seperti ini, lanjut Joko, ditempatkan sebagai penyakit penyerta atau komorbid.
“Secara medis, keberadaan komorbid pada seseorang yang terinfeksi Virus Corona menjadikan daya tahan tubuhnya semakin lemah dan sakitnya menjadi semakin parah,” katanya.
Dengan demikian, untuk menegakkan diagnosa, pihaknya tetap harus menunggu hasil tes swab. Sementara untuk jenazah PDP saat ini sudah dimakamkan oleh petugas khusus medis dengan menerapkan prosedur pemakaman jenazah Covid-19.
“Informasinya, jenazah sudah dimakamkan malam ini juga di daerah Pagerbarang oleh tenaga khusus dari rumah sakit,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi risiko penularan, Joko menyampaikan, pihaknya langsung melakukan tracking pada kontak erat pasien untuk dilakukan rapid test. Kasus kematian PDP ini, tukas Joko, tidak bisa dikategorikan sebagai kasus kematian penduduk Kabupaten Tegal akibat infeksi Virus Corona.
“Sepanjang belum ada hasil tes swab yang menunjukkan hasil positif, maka kami tidak bisa mengkategorikannya sebagai kasus terkonfirmasi positif Covid-19,” tegasnya. (Wiwit-red03)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.