Jadwal Akad Nikah di Brebes Ditunda Hingga Akhir Mei

- Upaya Kemenag Cegah Penyebaran Covid-19

Sepasang calon pengantin tengah melaksanakan akad nikah salah satu Balai Desa di Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, kemarin. Akibat dampak pendemi Covid-19, Kemenag menunda jadwal akad nikah bagi pasangan calon pengantin yang mendaftar per 1 April 2020.(smpantura.com/setiawan)

BREBES – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Brebes, mengeluarkan kebijakan penundaan sementara semua jadwal akad nikah di wilayahnya hingga akhir Mei mendatang. Penundaan jadwal akad nikah berlaku bagi pasangan calon pengantin yang mendaftar per 1 April kemarin.

Kebijakan itu diterapkan Kemenag Brebes sebagai upaya kesiapsiagaan dalam pencegahan penyebaran virus korona atau Covid-19. Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat (Binmas) Kemenag Brebes, Nasokhidin mengatakan, penundaan pelaksanaan akad nikah diterapkan hanya bagi pasangan calon pengantin yang mendaftar mulai 1 April lalu. Sedangkan pasangan pengantin yang mendaftar sebelum tanggal tersebut, jadwal akad nikah tetap dilaksanakan. Namun disesuaikan dengan prosedur pencegahan Covid-19. “Penundaan akad nikah ini tidak lain untuk mengantisipasi penyebaran virus corona di wilayah Kabupaten Brebes,” katanya, Selasa (7/4).

Menurut dia, kendati jadwal akad nikah ditunda sementara, tetapi layanan pendaftaran pencatatan nikah tetap dibuka. Hanya saja, mekanisme pendaftarannya berbeda karena tidak dengan tatap muka di Kantor Urusan Agama (KUA). Melainkan, pendaftaran dilakukan secara online melalui situs resmi Kemenag. Yakni, simkah.kemenag.go.id. “Untuk sementara penundaan akad nikah ini kami terapkan hingga 29 Mei mendatang, sesuai penetapan kondisi darurat dari BNPB,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, penundaan akad nikah tersebut disesuaikan dengan perkembangan kasus Korona di Indonesia. Ada kemungkinan diperpanjang, tetapi ada kemungkinan hanya sebentar. “Ya kita harapkan secepatnya kondisi bisa kembali normal. Tapi, kita tetap melihat situasi yang ada saat ini. Jika situasinya bisa dan telah aman, semoga pelaksanaan akad nikah bisa dilaksanakan awal Juni nanti. Tapi, jika situasinya tidak memungkinkan, maka bisa saja penundaan ini diperpanjang,” pungkasnya.

(setiawan-red2)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.