Permintaan Turun, IKM Tegal Terancam Rumahkan Karyawan

PRODUK OTOMOTIF : Sejumlah komponen otomotif hasil produksi IKM Kabupaten Tegal dipamerkan di ruang pameran LIK Takaru Tegal, Senin (6/4). (SMPantura/Wiwit)

SLAWI – Wabah Virus Korona (Covid-19) berimbas pada permintaan hasil kerajinan IKM asal Kabupaten Tegal. Penurunan permintaan mencapai 40-50 persen, bahkan untuk IKM makanan penurunan mencapai 70 persen.

“Hampir semua IKM yang telah didata terkena imbasnya, dikarenakan turunnya orderen dari buyer, dan sulitnya pengiriman serta pembayaran dari buyer saat,” kata Kepala Dinas Perindustrian, dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Tegal Nur Ma’mun melalui Kabid Logam Mesij Elektronika Alat Transportasi dan Aneka, Irsyad Sumarwanto, Senin (6/4).

Dikatakan, Disperinaker tengah melakukan pendataan terhadap IKM di Kabupaten Tegal yang terkena imbas secara ekonomi akibat wabah Covid-19. Hingga kini, IKM yang sudah didata mencapai puluhan dari ribuan IKM yang ada di kabupaten tersebut. IKM yang sudah didata mengeluhkan penurunan permintaan di bulan April ini, sangat tajam. Dicontohkan, untuk IKM yang memproduksi komponen otomotif mengalami penurunan order antara 40 persen hingga 50 persen.

“IKM makanan mengalami penurunan order hampir 70 persen,” terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, hingga kini belum terjadi pengurangan tenaga kerja, namun diprediksi akhir April atau awal Mei sekitar 70 persen IKM terpaksa meliburkan atau merumahkan karyawannya. Pihaknya terus mendorong IKM terus berproduksi dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kita fasilitasi dengan bank untuk bisa memberikan adanya kebijakan keringan cara pembayaran angsuran, karena hal ini terkait cashflow perusahaan,” katanya.

Ditambahkan, Disperinaker juga memprogramkan kartu Prakerja seperti yang dianjuran Pemerintah Pusat. (Wiwit-red03)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.