Alami Panas dan Sesak Nafas, Satu ODP di Bantarkawung Meninggal Dunia 

* Baru Kembali dari Jakarta 

Petugas mengenakan APD mempersiapkan pemakaman ODP di Bantarkawung, Brebes, yang meninggal dunia (Foto : SMPantura.com/dok)

BUMIAYU- Seorang warga berstatus orang dalam pemantauan (ODP) di Kecamatan Bantarkawung, Brebes, meninggal dunia, Senin (6/4).

Sebelum meninggal, warga berinisial F (29) tersebut mengalami gejala panas dan sesak nafas. Jenasahnya dimakamkan sekitar pukul 09.00 dengan SOP pemakaman pasien penyakit menular.

Camat Bantarkawung Eko Supriyanto mengatakan warga yang meninggal tersebut baru kembali dari Jakarta. Dia tiba di Bantarkawung pada Sabtu (4/4) pukul 04.00.”Saat pulang menjalani pemeriksaan di posko gugus tugas kecamatan. Hasilnya suhu badan normal,” kata camat, kemarin.

Gejala panas dan sesak nafas, dirasakan pada Minggu (5/4) malam.”F datang ke puskesmas pukul 22.00 dengan keluhan badan panas dan sesak nafas. Oleh petugas disarankan dirujuk ke RS Margono Purwokerto,” katanya.

Namun pihak keluarga F memilih ke RSUD Bumiayu dan menolak dibawa dengan ambulans. F akhirnya ke RSUD Bumiayu menggunakan mobil siaga desa. Namun oleh petugas RSUD Bumiayu disarankan rujuk ke RSUD Margono. Atas pertimbangan kondisi mobil yang tua, F memilih kembali ke rumah.

Selanjutnya pada pukul 02.00 (Senin,6/4), keluarga melaporkan kondisi F memburuk. Tim puskesmas dan kecamatan kemudian membawanya ke RSHS Bumiayu. Pada pukul 04.00, F mengalami panas, sesak nafas dan mulai hilang kesadaran hingga akhirnya dirujuk ke RSUD Bumiayu.”Sekitar 10 menit setelah tiba di UGD RSUD Bumiayu, F meninggal dunia,” kata camat.

Kepala Puskesmas Bantarkawung Ely Hikmawati mengatakan, F belum bisa dipastikan terinveksi virus corona meski gejala klinisnya mengarah ke sana. Menurutnya, harus ada uji laboratorium untuk menyatakan seorang pasien positif atau negatif covid-19.”Dalam kasus ini, status F adalah ODP. Namun karena gejala klinisnya sesuai dengan kriteria Pasien Dalam Pemantauan (PDP) maka kita perlakukan sebagai PDP,” katanya.

Paska meninggalnya F, tim gugus tugas kecamatan langsung melakukan pemantauan kepada keluarga dan warga yang melakukan kontak langsung dengan F.”Mereka wajib isolasi mandiri. Kami juga melakukan pelacakan pemudik yang satu travel dengan F,” ujarnya. Selain itu, Ely menambahkan, warga juga diwajibkan memakai masker.(Teguh Tribowo/Red38)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.