Lagi, PDP Dirawat di RSUD Soeselo Meninggal Dunia

SIARAN PERS : Juru Bicara Covid-19 Pemkab Tegal dr Joko Wantoro saat memberikan keterangan persnya di Media Center Humas Pemkab Tegal, Minggu (5/4). (SMPantura/Wiwit)

SLAWI – Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD Dr Soeselo Slawi, Kabupaten Tegal, kembali meninggal dunia hari Minggu (5/4) pagi tadi. PDP kelamin laki-laki, berusia 30 tahun asal Kecamatan Lebaksiu itu, diketahui memiliki riwayat perjalanan dari Bali yang merupakan zona merah pandemi Covid-19.

“PDP asal Adiwerna yang meninggal hari Sabtu (4/4) kemarin, tidak memiliki riwayat perjalanan dari Bali, melainkan dari Jakarta,” kata Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Tegal dokter Joko Wantoro yang meluruskan berita sebelumnya saat jumpa pers, Minggu (5/4) sore ini.

Sementara untuk kasus meninggalnya PDP asal Kecamatan Lebaksiu itu, Joko mengungkapkan, jika penyebab pasti kematiannya belum bisa diputuskan karena masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium di Yogyakarta. “Tes swab pada pasien sudah dilakukan, tapi sama seperti yang lainnya, sampai dengan hari ini hasilnya belum kami terima,” katanya.

Joko menambahkan, pertama kali PDP masuk ke rumah sakit hari Selasa (31/3). Suhu tubuhnya saat itu mencapai 37 derajat celcius dengan disertai gejala batuk dan pilek serta keluhan sakit pada tenggorokan. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti foto toraks, diketahui pasien menderita pneumonia akut dan ada riwayat penyakit penyerta atau komorbid yaitu tuberkulosis kronis serta penyakit yang lainnya. “Secara medis, keberadaan komorbid pada seseorang yang kemudian terinfeksi Virus Korona ini menjadikan daya tahan tubuhnya semakin lemah dan sakitnya bertambah parah,” katanya.

Dengan demikian, untuk menegakkan diagnosa, pihaknya tetap harus menunggu hasil tes swab. Sementara untuk jenazah PDP saat ini sudah dimakamkan oleh petugas khusus medis dengan menerapkan prosedur pemakaman jenazah Covid-19. “Pagi tadi sekitar pukul sepuluh jenazah sudah dimakamkan di daerah Lebaksiu oleh tim dari kesehatan”, ujarnya.

Untuk mengantisipasi risiko penularan, Joko menyampaikan jika pihaknya akan melakukan rapid test pada kontak erat di lingkungan keluarganya. Sementara hasil rapid test pada empat orang anggota keluarga dari PDP meninggal asal Adiwerna, semuanya negatif.

Sama seperti pernyataan sebelumnya, kematian PDP hari ini, kata Joko, tidak bisa dikategorikan sebagai kasus kematian penduduk Kabupaten Tegal akibat infeksi Korona. “Sepanjang belum ada hasil tes swab yang menunjukkan hasil positif, maka kami tidak bisa mengkategorikannya sebagai kasus terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19,” jelasnya. (Wiwit-red03)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.