Alhamdulillah, 39 PDP Virus Korona di Kabupaten Tegal Dinyatakan Sembuh

Sumber Data : Sistem Informasi Pantauan Covid-19 Kabupaten Tegal. (SMPantura/Wiwit)

SLAWI – Setelah mendapatkan kabar baik dari hasil tes swab bahwa enam orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat di RSUD Dr Soeselo Slawi, Kabupaten Tegal dinyatakan negatif, ternyata 35 PDP suspect Virus Korona (Covid-19) juga dinyatakan sembuh. Trend positif wabah itu diharapkan bisa terus berlanjut hingga Kabupaten Tegal bisa dinyatakan bebas dari virus tersebut.

Berdasarkan Sistem Informasi Pantuan Covid-19 Kabupaten Tegal tertanggal 3 April 2020, bahwa PDP menyisakan 17 orang dengan penambahan baru di tanggal teraebut hanya 2 orang. Mereka dirawat tersebar di empat rumah sakit. Di RSUD Dr Soeselo Slawi sebanyak 8 orang, di RS Kardinah Tegal 1 orang, RSU Islam Harapan Anda Tegal 2 orang, dan RS Mitra Siaga Kramat 6 orang.

Sementara itu, Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 315 orang dengan keterangan sebanyak 1 ODP dari luar wilayah, dan 190 orang dinyatakan selesai pemantauan. Sedangkan, Orang Tanpa Gejala (OTG) sebanyak 20 orang, dan orang Pelaku Perjalanan (PP) sebanyak 16.398 orang.

“Trend ODP dan PDP mengalami penurunan. Semoga bisa terus menurun,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, dr Hendardi.

Sementara itu, alamat warga yang PDP terdapat di 7 kecamatan, yakni Dukuhturi sebanyak 6 orang, Kramat 4 orang, Tarub 2 orang, dan Adiwerna, Talang, Balapulang serta Lebaksiu masing-masing 1 orang. Untuk ODP hampir di semua kecamatan ada, terkecuali di Kecamatan Slawi, Balapulang, dan Pagerbarang. Sedangkan, warga PP dari luar wilayah semua kecamatan ada. Terbanyak berada di Kecamatan Bumijawa sebanyak 3.561 orang.

“Di Kecamatan Bumijawa, kemungkinan terbanyak di Desa Dukuhbenda hampir 1.000 orang,” kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Tegal, Munif yang tinggal di Desa Dukuhbenda.

Munif berharap agar pemantauan terus dilakukan terhadap para perantau yang pulang kampung. Ia juga meminta kepada warga yang baru pulang dari wilayah zona merah Virus Korona untuk segera melakukan pemeriksaan. Jika belum ada gejala atau indikasi terpapar Korona, untuk tetap membatasi bersentuhan dengan orang lain atau melakukan karantina mandiri.

“Walaupun sudah terpapar, tapi karena kondisi ketahanan tubuh baik sehingga tidak ada gejala apa pun. Namun, saat menularkan ke orang lain bisa lebih parah,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.