Pemkab Tegal Siapkan Anggaran  Rp 100 Miliar Untuk Penanganan  Covid-19

MELEPAS: Bupati Tegal Umi Azizah bersama Forkopimda Kabupaten Tegal saat melepas apel Gerakan Serentak Penyemprotan Disinfektan di halaman Pendapa Kabupaten Tegal, belum lama ini.

SLAWI- Pemerintah Kabupaten Tegal menyiapkan angggaran sebesar Rp 100 miliar untuk penanganan  virus Korona atau Covid-19.

“Anggaran tersebut merupakan rasionalisasi dari berbagai kegiatan OPD yang tidak mendesak,  yang dialihkan untuk penanganan Covid-19,” jelas Bupati Tegal Umi Azizah usai menyerahkan bantuan susu dari Korpri untuk RS dan Puskesmas, di Pendapa Amangkurat , Jumat (3/4).

Menurut Umi, anggaran tersebut dialokasikan untuk pengadaan Alat Pelindung Diri (APD), jaring pengaman sosial bagi warga prasejahtera dan terdampak, penyediaan karantina komunal dan sebagainya.

“Anggaran Rp 100 miliar dari efisiensi yang kami lakukan dari bulan kemarin sampai Juni , setengah tahun. Ada dari makan, minum, rapat-rapat , perjalanan dinas dan kegiatan yang kami tiadakan. Misal di setiap OPD ada kegiatan sosialisasi, di Kesra ada giat tarhim, itu kita rasionalisasi, mana yang harus dilaksanakan dan mana yang tidak, “imbuhnya.

Umi menegaskan, bagaimanapun pemerintahan harus berjalan. Pemkab Tegal berikhtiar melaksanakan target RPJMD, meskipun besar capaian tidak sesuai dengan  target.

Berkaitan dengan jaring pengaman sosial, Pemkab Tegal akan mengalokasikan selama tiga bulan. Direncanakan akan mulai diberikan pada April ini.

Menurut Umi, Pemkab Tegal mengacu pemerintah pusat dan provinsi. Rencananya jaring pengaman sosial akan berwujud uang yang ditransfer ke rekening warga penerima, besarnya  Rp 200 ribu per kepala keluarga .

Jaring pengaman sosial dari Pemkab Tegal akan diberikan warga yang sudah masuk dalam Basis Data Terpadu (BDT) tapi belum dicover oleh pusat.

“Yang sudah menerima bantuan  dari pusat,  tentu tidak akan menerima. Karena tidak  boleh tumpang tindih penerimaannya. Makanya akan dilakukan verifikasi data, “sebutnya.

Secara terpisah, Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, Jaenal Dasmin mengatakan, Pemkab Tegal menerbitkan Surat Keputusan Bupati Tegal Nomor 443.2/332 Tahun 2020 tentang status tanggap darurat bencana non alam wabah penyakit akibat Corona Virus Disease  2019 (Covid -19) di Kabupaten Tegal.

Sekretaris Daeeah Kabupaten Tegal, Widodo Joko Mulyono menambahkan, menghadapi Pandemi  Covid-19, Pemkab Tegal mulai merancang adanya tempat karantina komunal. Tempat karantina komunal disiapkan di gedung-gedung milik Pemkab Tegal. Diantaranya memanfaatkan GOR Indoor Tri Sanja,Wisata Kesehatan Jamu, Gedung Korpri dan Balai Latihan Kerja.

Pemkab juga melakukan upaya penambahan tempat tidur di RSUD dr Soeselo Slawi dan RSUD Suradadi khusus bagi pasien Covid-19.

Selain itu, meningkatkan kapasitas di rumah sakit . Sejumlah rumah sakit swasta , kata Joko , sudah bersedia menyiapkan ruang dan tempat tidur untuk merawat pasien Korona. Jumlah tempat tidur secara riil yang disiapkan sebanyak  375 tempat tidur dari berbagai rumah sakit.

Sementara itu, karantina komunal atau RS darurat  yang direncakana di GOR Indoor Tri Sanja  dapat  menampung 240 tempat tidur , Gedung Korpri 150 tempa tidur dan WKJ 48 sampai 50  tempat tidur.(Sari/Red-06)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.