Batasi Pembesuk, Sediakan Video Call

* Tahanan di Polres Tegal Kota

VIDEO CALL : Salah seorang tahanan Mapolres Tegal Kota saat memanfaatkan fasilitas video call yang disediakan Sat Tahti. Fasilitas itu digunakan agar dapat tahanan tetap dapat berkomunikasi dengan pihak keluarga saat jam besuk.(Foto : smpantura.com/Riyono Toepra-red07)

TEGAL – Kebijakan meniadakan kunjungan tahanan atau besuk di Polres Tegal Kota yang berlaku sejak 18 Maret lalu, memang sempat membuat kecewa para tahanan dan keluarga.

Karena mereka bukan tak lagi bisa bertemu untuk melepas rindu dan melihat kondisinya.

Hal manusiawi itu, ternyata tak berlangsung lama. Karena sejumlah keluarga tahanan ternyata tetap bisa bertemu dan berkomunikasi dengan keluarga yang ditahan. I

tu karena Satuan Tahanan dan Titipan (Sat Tahti) Barang Bukti Polres Tegal Kota, menyiasati dengan memanfaatkan teknologi video call.

”Ya karena peralatan yang tersedia terbatas, maka jumlah keluarga yang ingin berkomunikasi dengan tahanan kami ya terbatas pula. Caranya ya harus terjadwal, bergantian, dan tidak boleh ada antrean, hingga membuat suatu kerumunan,” terang Kasat Tahti Polres Tegal Kota Iptu Bambang GH.

Untuk dapat memanfaatkan fasilitas video call, keluarga tahanan diminta mendaftarkan diri ke bagian satuan tersebut.

Kemudian baru dijadwalkan untuk dapat berkomunikasi menggunakan saluran telepon android milik keluarga tahanan, dengan sarana komputer laptop milik kesatuan tersebut yang akan digunakan tahanan dalam berkomunikasi dengan pihak keluarganya.

Atau komunikasi dilakukan dengan cara antara laptop yang satu dengan laptop lainnya di markas kepolisian itu.

Hal itu juga berkati dengan kebijakan untuk menerapkan social distancing antara pihak keluarga dan tahanan yang berada di Ruang Tahanan Mapolres Tegal Kota.

Dengan demikan, diharapkan dapat mencegah penularan virus corona. Sebab tidak ada kontak fisik antara kedua belah pihak. Tapi tetap dapat berkomunikasi lewat teknologi internet tersebut.

Salah seorang keluarga tahanan Mj (35) yang kali pertama memanfaatkan fasilitas tersebut mengatakan, sangat berterimakasih dengan ”kebijakan manusiawi” yang diterapkan Polres Tegal Kota.

Menjenguk Suami

Ibu muda yang berpakaian rapi itu mengatakan, ingin menjenguk suaminya yang ditahan di Mapolres Tegal Kota.

”Beberapa hari lalu, begitu sampai di bagian penjagaan, Saya mendapat informasi sudah tidak ada lagi kebijakan kunjungan tahanan. Ini berarti saya dilarang besuk dan tidak bisa bertemu suami saya,” ucap dia, sambil mengatakan alasan tak bisa besuk agar tidak terjadi kontak fisik, yang dapat berpotensi menularkan Virus Corona.

Meski kecewa dan terlihat putus asa, dia tak kapok untuk menjenguk suaminya di Ruang Tahanan Mapolres Tegal Kota.

Dia malah merencanakan untuk dapat berkomunikasi dengan suaminya dengan cara menelepon dari ruang penjagaan di pintu gerbang markas kepolisian itu, dengan personel polisi yang jaga di ruang tahanan.

Tapi belum sempat menyampaikan rencana itu, dia mendapat informasi sudah dapat berkomunikasi dengan suaminya. Karena Sat Tahti sudah menerapkan kebijakan komunikasi via video call.

”Saya senang dan berterimakasih sekali ke Kapolres Tegal Kota. Ini sungguh mengobati kerinduan saya dengan suami,” ucap dia, usai mencoba fasilitas video call.

Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah SSi mengatakan, kebijakan tersebut adalah upaya maksimal pihaknya dalam melayani masyarakat.

Khususnya terhadap keluarga tahanan yang ingin berkomunikasi dengan anggota keluarga atau kerabatnya yang ditahan di Mapolres Tegal Kota.

Selain menerapkan kebijakan seperti itu, kondisi kesehatan tahanan juga terus dipantau. Antara lain dilakukan oleh urusan dokter kesehatan Urdokkes.

Dengan cara memantau suhu tubuh, dan terus dianjurkan untuk rajin membersihkan tangan menggunakan hand sanitizer.(Riyono Toepra-red07)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.