Perketat Pengawasan Pemudik, Pemkab Dirikan Enam Posko Pemeriksaan di Perbatasan

Sejumlah warga di Kota Brebes mendirikan posko pemeriksaan mandiri di wilayahnya. Setiap warga yang akan masuk ke pemukiman disemprot desinfektan melalui bilik khusus, kemarin. (smpantura.com/b.setiawan)

BREBES – Enam posko pemeriksaan kesehatan, kini telah didirikan Pemkab Brebes di setiap titik daerah perbatasan. Upaya itu dilakukan untuk memperketat pengawasan terhadap orang luar daerah yang masuk ke Brebes. Termasuk, untuk pengawasan dan pemeriksaan kesehatan bagi perantau atau pemudik dari Jakarta yang pulang kampung.

Menginggat, saat ini jumlah perantau yang pulang kampung ke Brebes terus bertambah. Bahkan, dalam dua hari terakhir tercatat sudah sebanyak 20.928 orang perantau yang pelang kampung ke Brebes. Para perantau itu mayoritas berasal dari Jakarta, yang merupakan zona merah wabah virus korona atau covid-19.

“Kita memang perketat pengawasannya. Setiap kendaraan yang membawa perantau atau pemudik pulang kampung ke Brebes, kami wajibkan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan di posko, yang didirikan di daerah perbatasan. Mereka juga kami data di tingkat desa,” tandas Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Brebes, Djoko Gunawan, Senin (30/3).

Dia mengungkapkan, untuk mengantisipasi terus bertambahnya jumlah perantau yang pulang kampung itu, pihaknya sudah mendirikan enam posko pemeriksaan kesehatan di daerah perbatasan. Yakni, di jalur Pantura Cisanggarung Losari, jalur tengah Bojongsari, Banjarharjo, Salem, Bantarkawung dan Paguyangan. “Enam posko ini berfungsi untuk melakukan pemantauan dan screening kesehatan bagi perantau yang pulang kampung atau terhadap orang luar daerah yang akan masuk ke Brebes. Setiap posko ini siaga 24 jam,” terangnya.

Berdasarkan data yang diterima dari masing-masing kecamatan, kata dia, hingga saat ini tercatat sudah ada 20.928 perantau yang pulang kampung. Jumlah itu mengalami peningkatan cukup besar di banding sebelumnya yang hanya sekitar 7.200 orang. Mereka mayoritas beradal dari Jakarta yang merupakan zona merah wabah Covid-19. “Meski telah diimbau untuk tidak pulang kampung, tetapi perantau ini tetap pulang kampung. Sehingga, kami melakukan perketatan pengawasan saat masuk wilayah Brebes,” tandasnya.

Di samping melakukan pemeriksaan kesehatan di perbatasan, lanjut dia, pihaknya juga melibatkan seluruh desa untuk melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap para perantau setelah tiba di kampung hamalannya. Setiap desa diwajibkan melaporkan data jumlah perantau yang pulang kampung dan kondisi kesehatannya ke gugus tugas melalui masing-masing camat. Itu dilakukan untuk memudahkan pemataan dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19. “Khusus kegiatan di Posko perbatasan, kami menerjunkan sekitar 200 relawan dari unsur Polri, TNI, BPBD, PMI hingga desa. Relawan ini juga dilibatkan dalam aksi-aksi penanganan khusus Covid-19,” pungkasnya.

(b.setiawan-red2)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.