Tetap Diberlakukan, Istilah Local Lockdown Akan Diganti

Tetap Diberlakukan, Istilah Local Lockdown Akan Diganti

TEGAL – Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono akhirnya angkat bicara mengenani rencananya menerapkan local lockdown di wilayah Kota Bahari. Hanya saja, istilah tersebut akan diganti dengan bahasa yang lebih bisa diterima seluruh lapisan masyarakat.

“Sebetulnya, maksud dari local lockdown itu jika melihat UU diartikan sebagai isolasi atau karantina. Karena masyarakat lebih familiar dengan lockdown, maka kita sebut menjadi local lockdown,” ungkap Dedy Yon kepada sejumlah media di Pringgitan Rumah Dinas Wali Kota, Jumat (27/3) petang.

Pria kelahiran Brebes itu menjelaskan, kebijakan local lockdown diterapkan hanya untuk membatasi kegiatan di dalam kota dan menyadarkan masyarakat untuk tidak seenaknya melakukan aktivitas di luar rumah. Terlebih dari darurat siaga, kini Kota Tegal sudah ditetapkan menjadi zona merah. Dimana terdapat satu pasien PDP yang dinyatakan positif terpapar Covid-19.

Dedy menegaskan, Pemerintah Kota Tegal tetap akan melakukan local lockdown pada 30 Maret 2020 yang hanya bersifat lokal. Sebab, pihaknya mengetahui UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan yang diputuskan pemerintah pusat.

“Pemerintah daerah tahu kewenangannya seperti apa. Makanya kita sebut lokal. Nanti bisa diganti istilahnya dengan kata-kata yang lebih diterima,” timpal Dedy.

Seperti diketahui bersama, jumlah penularan Covid-19 di DKI Jakarta sudah melebihi angka nasional. Sedang daerah Tegal, Brebes, Pemalang dan sekitarnya, mayoritas penduduknya bekerja merantau di Jakarta. Untuk itu, Dedy juga berpesan kepada warga Tegal untuk tidak pulang ke kampung halaman.

Ihwal laporannya dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, Dedy Yon mengaku sudah melakukan koordinasi dan Pemerintah Provinsi telah mengetahui apa yang akan dilakukan Pemkot Tegal untuk mengantisipasi penularan Covid-19.

“Kita sudah berkoodinasi Pak Gubernur. Beliau sudah mengetahui, bahwa posisinya bukan semua se-Kota Tegal ditutup. Tetapi tetap ada akses atau pintu masuk, bagi warga yang akan masuk ke Tegal. Waktunya juga menyesuaikan, tidak saklek empat bulan,” bebernya. (Haikal/red10)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.