Sekolah Terminal Libur, Pedagang Asongan Dapat Bantuan

0 9

TEGAL – Sejumlah siswa sekolah terminal yang mayoritas pedagang asongan diliburkan, guna mencegah penularan virus korona. Tak hanya diliburkan begitu saja, mereka juga mendapat bantuan dari pengelola sekolah, sebagai ganti upah pendapatan selama tidak bekerja di Terminal Tegal.

“Siswa kami kebanyakan pedagang asongan. Dari tingkat pembelajaran PAUD, TK, Paket A, B dan C semuanya ada. Untuk Jumat besok dan seterusnya, mereka kami liburkan. Sebagai pengganti, mereka kami berikan bantuan agar kelangsungan hidup tetap berjalan,” kata Pengelola Sekolah Terminal Tegal, Dr Yusqon, kemarin.

Menurut Yusqon, sejak pemerintah meliburkan siswa sekolah dan membatasi aktivitas di luar rumah, para pedagang asongan juga ikut diliburkan. Namun, mereka tetap datang untuk bersekolah dan membaca sambil berjualan. Mengingat, terminal merupakan penghasilan satu-satunya.

Sembari menunggu penumpang dan pembeli datang, para siswa yang juga pengasong memilih untuk berada di dalam kelas untuk membaca buku. Bahkan, beberapa diantaranya minta proses kegiatan belajaran mengajar tetap dilanjutkan.

“Terminal sudah menjadi rumah kedua mereka. Sejak didirikan sekolah, mereka semakin semangat untuk bekerja dan belajar. Dengan adanya bantuan ini, kami berharap mereka tetap berada di rumah,” pintanya.

Salah seorang pengasong, Wati (67) mengaku senang memperoleh bantuan dari sekolah tempatnya belajar dan mencari nafkah. Terlebih, kondisi terminal saat ini cenderung sepi penumpang. Bahkan, pendapatannya ikut menurun seiring beberapa penerapan kebijakan terkait virus korona.

Dalam satu hari, warga RT 03/ RW 04, Kelurahan Margadana ini mampu memperoleh penghasilan Rp 40.000 hingga Rp 50.000 dari menjual buah anggur hitam. Namun kini, dia hanya bisa meraup penghasilan Rp 20.000.

Hal senada dikatakan Wariah (56) pedagang jajanan pasar tradisional. Warga Kelurahan Sumurpanggang ini mengaku senang karena diperhatikan pengelola sekolah. Meski begitu, dia dan teman-temannya berharap, proses kegiatan belajar tetap bisa berjalan.

“Alhamdulillah dikasih bantuan dan diliburkan. Tetapi ya kami ingin tetap belajar. Karena di rumah pasti bakal sepi,” harapnya. (Haikal/red10)

Leave A Reply

Your email address will not be published.