Satu Pasien Positif Covid-19, Tegal Bakal Ditutup Beton MBC

KONFERENSI PERS : Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono memberikan keterangan resmi dalam konferensi pers pasien positif Covid-19 di Pendopo Ki Gede Sebayu. SMpantura.com/ Haikal

TEGAL – Salah seorang pasien dalam pengawasan (PDP) di RSUD Kardinah, Kota Tegal dinyatakan positif Covid-19, Rabu (25/3). Pasien yang berkelamin pria berusia 34 tahun tersebut merupakan warga Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal.

Dalam konferensi pers, Rabu malam, Wali Kota Tegal, Dedy Yon Supriyono membenarkan berita tersebut. Kepada awak media, pria berpawakan tinggi ini menjelaskan bahwa pasien positif Covid-19 adalah seorang Tenaga Kerja Indonesia asal Dubai, Uni Emirat Arab.

Menurutnya, pasien menjalani perawatan dengan isolasi di RSUD Kardinah sejak Senin (16/3) dini hari. Adapun riwayat yang dialami pasien tersebut yakni demam, batuk, pilek hingga mencret. Sebelum dinyatakan positif dari hasil swab tenggorok yang kedua, pada pemeriksaa pertama justru hasilnya menunjukkan negatif.

“Secara sadar, dia memeriksakan diri ke Kardinah. Sebelum sampai di Tegal, dia telah menghubungi pihak keluarga untuk bisa menyediakan sepeda motor, untuk kemudian digunakan menuju rumah sakit,” terang Dedy Yon.

Ditegaskan Dedy, dari hasil tracking, pasien memang tidak melakukan kontak fisik kepada keluarga atau siapapun. Namun demikian, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan PT KAI, untuk melakukan pemeriksaan terhadap penumpang yang berada satu gerbong dengan pasien tersebut.

“Dia sama sekali tidak bersentuhan dengan keluarganya. Setibanya di stasiun, dia menggunakan motor yang telah disediakan. Bukan menggunakan ojek online,” kata Dedy meyakinkan.

Atas kejadian tersebut, rencananya Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal akan memberlakukan lokal lockdown pada setiap daerah perbatasan. Dimana pada sebelumnya dipasang water barrier, kali ini Pemkot akan memasang beton MBC pada titik tertentu.

Bahkan, penyemprotan disinfektan dalam skala besar akan dilakukan kembali di beberapa tempat keramaian dengan menggandeng unsur TNI. Adapun pelaksanaan penyemprotan direncanakan menggunakan kendaraan pemadam kebakaran.

“Kita akan tutup daerah-daerah perbatasan dengan beton MBC mulai 30 Maret hingga 30 Juli 2020. Selain itu, kita akan pakai pemadam untuk menyemprot disinfektan bersama TNI,” pungkasnya. (Haikal/red10)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.