Pengedar Obat ”mf” Di Tempat Hiburan Dibekuk

* Kepergok Saat Edarkan ke Informan Sat Res Narkoba Polres Tegal Kota

DUA PENGEDAR : Penyidik Sat Res Narkoba Aipda Aziz Fahrudin dan salah seorang petugas tahanan, saat menemui dua tersangka pengedar obat daftar G, untuk dibawa ke ruang penyidik.(Foto : smpantura.com/Riyono Toepra-red07)

TEGAL – Tim Cobra Sat Res Narkoba Polres Tegal Kota yang bekerja ekstra keras membongkar semua jaringan peredaran narkoba, menangkap dua pengedar obat-batan terlarang berlogo ”mf”, yang kerap beroperasi di sejumlah tempat hiburan malam.

Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah SSi melalui Kasat Res Narkoba AKP Bambang Margono SH mengatakan, setelah jajarannya banyak menangkap pengedar, sabu, ganja dan tembakau gorila, ada informasi peredaran obat daftar G di sejumlah tempat hiburan malam.

”Informasi ini sudah lama kami terima. Tapi untuk mengungkapnya, butuh waktu lama, kecermatan, ketelitian dan kehati-hatian. Kami pasang banyak informan untuk mengetahui persis, siapa pelaku pengedarnya,” terang AKP Bambang Margono SH , didampingi KBO Ipda Joko Wahyudi, dan penyidik Aipda Aziz Fahrudin SH.

Kerja keras Tim Cobra Sat Res Narkoba Polres Tegal Kota, pun tak sia-sia. Selasa malam lalu, timnya mendapat informasi ada transaksi obat daftar G di sebuah tempat hiburan malam.

Informasi transaksi itu sangat akurat. Sebab pengedarnya, kepergok informan yang sudah dipasang tim reserse narkoba. Barang buktinya juga sudah dapat ditunjukkan ke tim reserse yang sudah lama memburunya.

Berupa satu bungkus plastik klip berisi 18 butir tablet warna kuning berlogo ”mf”, tanpa identitas. ”Tapi kami kan butuh saat pengedar ini membawa obat terlarang, dan tertangkap tangan,” terang Kasat Res Narkoba Polres Tegal Kota.

Cukup Banyak

Persyaratan itu pun dapat dipenuhi. Informan tersebut yakin, pengedarnya masih membawa cukup banyak obat terlarang dimaksud.

Akhirnya dengan berbekal ciri-ciri pengedar dimaksud, tim bergerak cepat untuk menggeledahnya.

Diuber-uber di sejumlah tempat hiburan malam, pengedar yang diincar tak kunjung menampakkan batang hidungnya.

Akhirnya, sekitar pukul 20.00, diperoleh informasi akurat, bakal ada transaksi obat terlarang di Jl Letjen S Parman, Kelurahan Tegalsari, Kecamatan Tegal Barat, Kota Tegal.

Personel reserse narkoba yang sudah siaga, kemudian menemukan ciri-ciri pengedar dimaksud, dan langsung menggeledahnya.

Saat menggeledah Mohamad Dhani Firmansyah (19) yang diduga sebagai pengedar, ditemukan sejumlah barang bukti obat yang masuk daftar G aliar obat-obatan terlarang.

Barang bukti yang disita dari tangan pengedar itu, 10 paket berisi 20 butir tablet warna kuning berlogo ”mf”, tanpa identitas, yang disimpan di dalam bungkus rokok sigaret isi 16.

Kemudian uang sebesar Rp 100.000 dan satu hp merek Xiomi Redme 4A, warna abu-abu berikut Sim Card.

Tak puas hanya menangkap satu pengedarnya, penyidik Sat Res Narkoba Polres Tegal Kota terus mengorek keterangan dari tersangka Mohamad Dhani Firmansyah alias Dhani.

Warga Kelurahan Dampyak, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal itu, kemudian mengaku memperolehnya dari rekannya yang kini masih berada di Kota Tegal.

Bergerak Cepat

Saat itu juga, Tim Cobra bergerak cepat untuk menemukan keberadaan rekan Dhani. Ternyata pengedar yang diincar akan melakukan transaksi di Jl AR Hakim, sekitar pukul 22.00.

Akhirnya setelah menunggu lebih dari satu jam, rekan Dhani yang diduga sebagai pengedar, Ibnu Khafas (25), muncul di pinggir Jl AR Hakim, dan ditengarai tengah menunggu seorang pembeli.

Tanpa membuang waktu lama, Tim Cobra kemudian menggeledah pengedar yang diincarnya. Dari tangan pengedar itu, disita sejumlah barang bukti. Antara lain, satu plastik klip isi 44 tablet warna kuning berlogo ”mf”, di dalam bungkus rokok sigaret isi 16.

Kemudian uang Rp 60.000, hanphone Xiomi Redme 5A hitam beserta Sim Card. Satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter warna merah, nopol G-5269-RE, beserta kunci kontak dan STNK.

Ibnu Khafas (25), warga RT 2 RW 1, Desa Bandasari, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, kemudian dibawa ke Mapolres Tegal Kota untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Dihadapan penyidik, kedua pengedar obat dafta G itu, mengaku sudah lama beroperasi di sejumlah tempat hiburan malam di Kota Tegal.

Kasat Res Narkoba AKP Bambang Margono mengatakan, perbuatan kedua pengedar obat terlarang itu, melanggar Undang-Undang RI No 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan. Khususnya Pasal 196 dan Pasal 197.(Riyono Toepra-red07)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.