Kolom Struktur dan Sloof Tak Sesuai

* Hasil Penelitian Tim Ahli Unnes Semarang, Dugaan Korupsi Proyek di SMPN 17 Kota Tegal

KOORDINASI TEMUAN : Kanit II Tipikor Sat Reskrim Polres Tegal Kota Iptu Daryanto SH MH, dan penyidik Aiptu Masrikin, saat koordinasi data temuan lapangan dan keterangan saksi, dengan BPKP Perwakilan Jateng.

TEGAL – Hasil pemeriksaan dan temuan PPK berkait kondisi proyek pembangunan Gedung Ruang Guru dua lantai di SMPN 17 Kota Tegal, memang didasarkan bukti kuat.

Yakni, kolom struktur dan sloof yang dibangun, tak sesuai bestek atau ketentuan yang dipersyaratkan.

Karena itulah, kemudian dilakukan langkah tegas, berupa pemutusan kontrak pada 17 Desember 2014.

Itu dilakukan setelah tak ada niat baik dari kontraktor untuk membongkar dan membangun ulang proyek tersebut.

Saat pemutusan kontrak, kondisi pembangunan baru selesai sebesar 35,819 persen. Karena itulah, pembayaran yang dilakukan ke CV Omega hanya sebesar 35 persen dari nilai kontrak. Atau sebesar Rp 277.574.000.

Dengan perincian, dana pembayaran sebesar Rp 154.990.000 diserahkan saat penandatangan kontrak. Kemudian sebesar Rp 122.584.000, dibayarkan kembali untuk prestasi pekerjaan yang diterima.

Berkait tanggungjawab PPK dengan anggaran yang telah dikucurkan Pemkot Tegal, PPK ternyata tak hanya memutus kontrak. Tapi melaporkan kasusnya ke Sat Reskrim Polres Tegal Kota.

Salah satu alasannya, karena ada dugaan kerugian negara dari proyek tersebut. Penyidik langsung bertindak cepat dengan memanggil sejumlah saksi dan mengecek di lapangan.

Total saksi yang telah diperiksa dari kasus tersebut mencapai 15 orang.

”Memang proyek ini mangkrak. Kondisinya memprihatinkan. Kami kemudian meminta bantuan tim ahli dari Unnes Semarang. Tapi salah seorang anggota inti tim ahli ini ada yang sakit.

Baru pada 2019 ada kepastian tim ahli yang akan datang ke lokasi proyek untuk mengecek langsung kondisi di lapangan,” terang AKP Agus Budi Yuwono SH MH didampingi Kanit II Tipikor Sat Reskrim Iptu Daryanto SH MH.

Dugaan Awal

Tim Ahli Struktur dan Geoteknik Unnes Semarang, didampingi penyidik Unit II Tipokor Sat Reskrim Polres Tegal Kota, saat pengecekan di lapangan, menemukan dugaan awal, pembangunan yang digarap Up dengan bendara CV Omega, tidak sesuai bestek atau yang dipersyaratkan.

Hal itu juga dikuatkan dengan hasil pengujian Tim Ahli Struktur dan Geoteknik Unnes Semarang, terhadap 22 kolom dengan Schimidt Hammer Test.

Ternyata ada delapan struktur kolom yang tidak memenuhi syarat yang ditentukan. Karena kuat tekanan kurang dari 175 Kg/Cm2.

Demikian juga hasil uji terhadap kuat tekanan pada delapan sloof, dengan Schimidt Hammer Test. Semuanya tidak memenuhi syarat. Karena kuat tekan tetap kurang dari 175 Kg/Cm2.

Hasil pengujian core drill pada tiga sample (contoh), yang seluruhnya pada sloof, didapatkan nilai tekan 78.043-117.96 Kg/Cm2.

Sehingga nilai tersebut masih dibawah spesifikasi beton yang memiliki mutu K-175 atau memiliki muat tekan 175 Kg Kg/Cm2.

Dari sejumlah pengujian yang dilakukan Tim Ahli Struktur dan Geoteknik Unnes Semarang menyimpulkan, kondisi bangunan yang telah dibangun CV Omega tidak memenuhi syarat untuk dilanjutkan menjadi bangunan dua lantai sesuai dengan DED.

”Demikian juga hasil Audit yang dilakukan Tim BPKP Perwakilan Jateng, pembangunan proyek ruang guru ini, telah mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 234.005.000. Dari bukti inilah, kemudian kami gelar perkara dan menetapkan dua orang tersangkanya,” tandas AKP Agus Budi Yuwono SH MH.

Keduanya, diduga kuat melanggar Pasal 2 Ayat (1) UU RI Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001.(Riyono Toepra-red07)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.