Miris, Jas Hujan Dimodifikasi Jadi APD

SERAHKAN BANTUAN APD : Anggota DPR RI, Dewi Aryani menyerahkan bantuan APD kepada Direktur RSUD Suradadi, dr Ruszaini, Jumat (20/3). Kesulitan APD di RSUD Suradadi disiasati dengan memodifikasi jas hujan menjadi APD tiruan.(SMPantura/Wiwit)

SURADADI – Minimnya ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) dan sulitnya untuk membeli APD di pasaran, membuat RSUD Suradadi, Kabupaten Tegal menyulap jas hujan menjadi APD. Namun, APD modifikasi dari jas hujan itu dinilai aman untuk petugas medis.

“Kami memang kesulitan APD, karena beli di toko tidak ada. Bahkan, kami mencari ke toko online juga tidak ada,” kata Direktur RSUD Suradadi, dr Ruszaini saat menerima bantuan APD dari Anggota DPR RI, Dewi Aryani, Jumat (20/3).

Dikatakan, APD yang merupakan pakaian seperti baju astronot digunakan para petugas medis dalam menangani pasien yang diduga terpapar Virus Korona (Covid-19). Baju itu sekali pakai sehingga membutuhkan banyak. Sedangkan, stok yang tersedia habis sehingga terpaksa memodifikasi jas hujan menjadi APD.

“Solusi membeli jas hujan yang dibuat APD tiruan. Hampir sama sesuai dengan aturan Dinkes,” katanya.

Menurut dia, APD tiruan itu memiliki keamanan hampir sama dengan APD asli. Ia menjelaskan bahwa fungsi APD untuk melindungi petugas dari ludah pasien sehingga tidak ikut terpapar Virus Korona. Pihaknya sudah membuat APD tiruan sebanyak 10 buah. Sedangkan, perlengkapan lainnya seperti helm dan sepatu boot menggunakan sepatu lama yang disterilkan.

“Semalam, kami mendapatkan pasien yang dicurigai masuk kriteria terpapar Virus Korona. Pasien laki-laki yang habis bepergian ke Jakarta itu, telah dirujuk ke RSUD Dr Soeselo Slawi,” terangnya.

Melihat kondisi tersebut, Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Aryani memberikan bantuan APD ke RSUD Suradadi. Bantuan APD juga diberikan kepada RSUD Dr Soeselo Slawi, RSUD Kardinah Kota Tegal, dan RSUD Brebes.

“Kami memberikan bantuan APD seadanya ke empat rumah sakit, karena sulit didapatkan,” katanya.

Anggota DPR RI dari Dapil IX yang meliputi Kabupaten Tegal, Kota Tegal dan Kabupaten Brebes itu menuturkan, warga yang dari luar negeri mulai berdatangan pulang ke Tegal. Kamis malam (19/3), diketahui ada sejumlah warga yang pulang dari Malaysia, Spanyol dan Korea Selatan. Banyaknya warga yang pulang kampung harus segera dilakukan langkah kongkrit untuk mendeteksi dini. Selain itu, penyiapan ruang isolasi yang memadai. Daerah bisa menyewa gedung yang disulap menjadi rumah sakit khusus ruang isolasi pasien Covid-19.

“Pemerintah Pusat sudah memberikan kelonggaran kepada daerah untuk mengalihkan APBD untuk penanganan Virus Korona. Ini harus dilakukan segera mungkin,” tegasnya.

Ditambahkan, pihaknya juga mendesak kepada Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk segera mengeluarkan fatwanya tata cara memandikan jenazah pasien Covid-19.

“MUI mengeluarkan fatwa untuk pasien yang beragama Islam, dan Kementerian Agama untuk non muslim. Ini harus segera agar tidak menular ke masyarakat,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.