Masker dan Pembersih Tangan Masih Langka

PEMALANG – Masker sekali pakai dan pembersih tangan (hand sanitizer) masih langka di toko-toko di Kabupaten Pemalang. Kondisi tersebut terjadi sudah sejak lama tepatnya sejak merebaknya wabah Korona.

Di Yogya Mall menurut Manajer Store, Dede Ali kondisinya juga sama dan manjemen sudah melakukan pemesanan agar masker dan hand sanitizer tetap tersedia lantaran dibutuhkan oleh masyarakat.”Staf kami sering melaporkan kalau banyak konsumen yang menanyakan masker dan hand sanitizer, dan kami juga sudah melakukan pemesanan, namun memang sampai sekarang belum dikirim,”kata Dede saat mengikuti video conference dengan Bupati Pemalang, Rabu (18/3).

Menurut dia masker dan hand sanitizer yang sudah dipesan akan dikirim paling cepat pada akhir bulan Maret ini. Masker kata dia akan dikirim dri gudang Yogya Mall di Bandung.

Sementara itu berkaitan dengan peningkatan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap risiko penularan infeksi corona dan virus deaseas (Covid-19) Yogya Mall menambah fasilitas air bersih untuk cuci tangan dan sabun bagi pengunjungnya. Pengunjung juga diperiksa suhu tubuhnya dengan thermometer.

Apabila terdapat pengunjung dengan suhu tubuh yang tidak normal menurut Dede akan diminta untuk memeriksakan diri ke rumah sakit.”Kalau ada pengunjung yang suhu tubuhnya tidak normal kami hanya bisa mengarahkan untuk berobat ke rumah sakit dan pengunjung tidak diperkenankan masuk,”kata Dede.

Sementara itu kelangkaan masker dan hand sanitizer juga terjadi di toko-toko modern Indomart dan Alfa Fart. Menurut staf yang bertugas masker sudah langka sejak bulan Januari 2020. Sementara di apotik-apotik kondisinya juga sama. Bahkan untuk tidak mengulang-ulang menjawab pertanyaan tentang masker dari pembelinya, apotik memasang tulisan ‘Masker Habis’.

Adapun berkaitan dengan video conference yang dilakukan Bupati Juanedi adalah dalam rangka kewaspadaan dan kesiapan terhadap penularan Covid-19. Bupati menggelar video conference dari ruang coment room Diskominfo bersama Wakil Bupati Martono, Ketua DPRD Agus Sukoco, Kapolres, Dandim dan Kejaksaan Negeri.

Kemudian peserta video conference selain Yogja Mall adalah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Perhubungan (Dishub), Bappeda, SMP 4 Pemalang, Pasar Pagi, Bank Jateng serta RS Ashari. Dari kegiatan itu terungkap sejumlah OPD telah siaga dan siap menghadapi Covid-19, kesiapan ditunjukkan dengan menyediakan fasilitas berupa air bersih untuk cuci tangan dan hand sanitizer serta thermometer.

Sementara di SMP 4 Pemalang, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Mualip menjelaskan mengenai kegiatan belajar di rumah yang dilakukan oleh siswa.”Ada dua hal teknis yaitu anak-anak belajar di rumah dalam pantauan guru dan pelaksanaan kebersihan lingkungan sekolah,”kata Mualip.

Lebih lanjut dia mengatakan pemerintah pusat memberi fasilitas delapan buah laman yang tidak berbayar untuk belajar secara daring. Kemudian juga dibuat grup-grup jejaring sosial Whatsapp yang anggotanya orang tua murid agar mereka bisa bersama-sama memantau pembelajaran murid di rumah.(Ali Basarah)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.