Dampak Covid-19, Tingkat Hunian Hotel di Brebes Turun

- PHRI Ambil Terobosan Antisipasi

0 55

BREBES – Mewabahnya virus korona (Covid-19), kini mulai dirasakan dampaknya pada sektor perhotelan di Kabupaten Brebes. Sejak pemerintah memberlakukan pembatasan keluar rumah dan kegiatan yang melibatkan orang banyak, tingkat hunian hotel di Kabupaten Brebes menurun drastis. Untuk mengantisipasi terus merosotnya hunian hotel tersebut, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Brebes mengambil sejumlah terobosan.

Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) PHRI Kabupaten Brebes, Setya Teguh Yuwana mengatakan, turunnya tingkat hunian hotel dirasakan sejak adanya pemberlakuan pembatasan keluar rumah dan krgiayab yang melibatkan orang banyak oleh pemerintah. Imbasnya, banyaknya kegiatan MICE yang berupa paket fullboard (meeting dan menginap-red) ditunda sampai batas waktu yg belum ditentukan.

“Penurunan city occupancy sampai kini di kisaran 20 – 25 persen. Belum lagi berkurangnya penjualan makanan dan minuman karena ditundanya kegiatan rapat dan meeting di hotel,” ungkapnya, Kamis (19/3).

Menurut dia, situasi sekarang ini memang menjadikan permasalahan di sektor perhotelan. Itu karena memang pada bulan Januari dan Februari merupakan saat low season bagi hotel. Sayangnya, saat di bulan Maret pemesanan kamar dan paket pertemuan sudah mulai meningkat, namun pemerintah mengeluarkan kebijakan pembatasan keluar rumah dan kegiatan yang melibatkan banyak orang. Hal tersebut mengakibatkan seluruh kegiatan yang diselenggarakan di hotel tertunda.

“Kami dari PHRI Brebes tetap optimistis hal seperti ini akan segera berakhir. Untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 ini, kami ambil trobosan dengan menerapkan langkah-langkah bagi setiap hotel,” terangnya.

Trobosan itu, lanjut dia, di antaranya dengan melaksanakan Standar Operasional Prosedur (SOP) pencegahan penyebaran Covid-19. Yakni, dengan menyediakan hand sanitizer di setiap public area, seperti lobby dan restaurant. Kemudian, membersihkan seluruh ruangan dengan desinfektan. Pihaknya juga tidak menyajikan breakfast secara Buffett atau prasmanan, tetapi dengan cara diantar ke kamar tamu.

“Kami berharap meski ada pembatasan kegiatan, tetapi bagi orang-orang yang memang harus bermalam di hotel, akan merasa aman. Ini karena hotel sudah menerapkan SOP pencegahan penyebaran virus korona. Kami juga akan beraudiensi dengan Bupati Brebes terkait permohonan pemotongan pajak daerah bagi hotel atas kondisi ini,” pungkasnya.

(b.setiawan-red)

Leave A Reply

Your email address will not be published.