Relawan PMI Semprot Fasiltas Umum Dengan Cairan Disinfektan

SEMPROT-Relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Tegal melakukan penyemprotan disenfektan di Terminal Bus Dukuhsalam, Slawi, Rabu (18/3).

SLAWI-Antisipasi penyebaran virus Korona di fasilitas umum, Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan penyemprotan disinfektan di tiga tempat, Rabu (18/3).

Penyemprotan disenfektan dilakukan mengingat ruang publik atau fasilitas umum ditengarai rawan menjadi medium penularan virus Korona.

Tiga ruang publik yang disemprot disinfektan oleh relawan PMI Kabupaten Tegal yakni, Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Terminal Bus Dukuhsalam dan Kantor Unit Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPPD) Kabupaten Tegal.

Empat relawan PMI yang dikerahkan menyemprot handel pintu, jendela, kursi, meja, pegangan tangga hingga tempat wudhu yang ada di kantor maupun tempat pelayanan di kantor-kantor tersebut.

Staf Pelayanan Kesehatan Masyarakat (Yankesmas) PMI Kabupaten Tegal, Ramedon mengatakan, PMI membawa tiga liter cairan disinfektan untuk menyemprot tiga fasilitas umum tersebut. Setiap liter cairan disenfektan dicampur dengan 50 liter air bersih. Para relawan dilengkapi dengan jas hujan dan membawa alat penyemprot punggung.

Saat dilakukan penyemprotan, ruang pelayanan, kantor dan ruang tunggu dikosongkan. Selanjutnya baru dibuka untuk umum dua jam kemudian.

“Setelah ruangan disemprot agar didiamkan sekitar dua jam. Ini agar bau disinfektan hilang,”jelas Ramedon.

Menurut Ramedon,  penyemprotan terhadap fasilitas umum sebelumnya telah dilaksanakan di Kantor PMI Kabupaten Tegal, dan selanjutnya direncanakan di tempat-tempat ibadah.

Untuk melakukan penyemprotan, kata Ramedon, masyarakat dapat melakukan secara mandiri dengan cairan disinfektan yang dijual di pasaran. “Bisa menggunakan cairan yang mengandung hipoklorit maupun klorin,”sebutnya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Supriyadi mengatakan, setelah dilakukan penyemprotan, pelayanan dihentikan  selama dua jam mulai pukul  09.00 sampai dengan 11.00.

Terkait dengan upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Supriyadi mengimbau agar perekaman data ditunda lebih dulu. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi apabila ada warga/petugas yang lupa mencuci tangan dengan sabun/ hand sanitizer. Alat pemindai retina mata dan sidik jari menjadi peralatan yang  kerap kontak dengan banyak orang.

“Kami menghimbau seluruh masyarakat yang tidak sangat urgen, untuk menunda dulu mengurus dokumennya ke Dinas Dukcapil,”terang Supriyadi.

Lebih lanjut dikatakan, bagi masyarakat yang betul-betul  membutuhkan dokumen kependudukan seperti  untuk  pengurusan  BPJS dan Rumah sakit bisa melalui aplikasi pelayanan online atau via no WA dan SMS agar tidak terjadi penumpukan antrian.

Sementara itu, di Terminal Bus Dukuhsalam, Slawi, selain melakukan penyemprotan disenfektan di ruang kantor, ruang tunggu penumpang, relawan PMI melakukan penyemprotan di dalam bus, kamar mandi dan mushola.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan, Sumiyati mengatakan, terminal menjadi salah satu fasilitas umum yang rawan penyebaran virus Korona. Bus membawa penumpang dari luar  daerah.

Sebagai antisipasi penyebaran Covid-19. Terminal telah menyediakan tempat cuci tangan dilengkapi dengan sabun, yang dapat dimanfaatkan oleh pegawai maupun penumpang dan warga terminal. Selain itu memberikan sosialisasi kepada warga terminal.

“Dinas Perhubungan bersama Dinas Kesehatan belum lama memberikan sosialisasi kepada pelaku transportasi dan angkutan umum tentang pencegahan penyebaran Covid-19,”sebutnya.

Kepada pengusaha transportasi , ia mengharapkan, agar dapat menyediakan hand sanitizer secara mandiri untuk digunakan penumpang . Selain itu melakukan penyemprotan disinfektan pada bus. (Sari/Red-06)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.