Kontingen Popda Jateng Ditarik Pulang

0 101

-Antisipasi Korona
PEMALANG – Kontingen Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) SMA tingkat Jawa Tengah dari Kabupaten Pemalang ditarik pulang. Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Pemalang, Sapardi mengatakan mereka batal menjalani pertandingan lantaran ada penundaan pelaksanaan Popda Jateng oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jateng.

“Popda rencananya dilaksanakan pada tanggal 16-19 Maret di Semarang namun ada keputusan dari Disporapar Jateng tentang penundaan pelaksanaannya sampai batas waktu yang belum ditentukan,”kata Sapardi didampingi Kabid Pemuda dan Olahraga Sobirin, Minggu (15/3).

Penundaan tersebut dilakukan dengan alasan adanya Surat Edaran Gubernur Jateng tanggal 14 Maret tentang Peningkatan Kewaspadaan Risiko Penularan Infeksi Corona. Kemudian Surat Edaran Menpora RI perihal Antisipasi Penularan Infeksi Corona.Selanjutnya ada arahan Gubernur Jateng dalam rapat terbatas tanggal 14 Maret 2020.

Adapun atlet Pemalang yang ditarik pulang berasal dari cabang Dayung dan senam. Pelatih dayung Ratih Hidayati mengatakan kontingen Popda SMA cabang dayung terdiri atas lima atlet dan lima ofisial.”Mereka sudah berangkat ke venue namun ditarik pulang,”kata Ratih.

Sementara atlet cabang olahraga lainnya yang sedianya berangkat pada Senin (16/3) hari ini batal berangkat. Atlet tersebut berasal dari cabang taekwondo, karate, pencak silat, panahan, atletik dan basket.

Berkaitan dengan antisipasi terhadap virus Korona Bupati Pemalang Junaedi meliburkan sekolah-sekolah dari PAUD sampai SMP. “Pemerintah Kabupaten Pemalang akan senantiasa memberi informasi yang benar mengenai Covid-19 mulai besok Senin (16/3) semua siswa SD sampai SMP belajar secara daring melalui ruang guru,”kata dia.

Prosedur pencegahan dilaksanakan di kantor pemerintah maupun swasta dan meniadakan kegiatan dengan kerumunan massa atau dalam jumlah yang hadir banyak. Selanjutnya untuk PNS, absen finger ditiadakan sampai 14 hari ke depan. Kabupaten Pemalang sendiri menurut Junaedi saat ini belum ada penderita korona, kalaupun kemarin ada satu pasien yang memiliki gejala influenza, setelah dirujuk ke rumah sakit rujukan dan menjalani uji laboratorium hailnya negatif.

Apabila ada masalah berkaitan dengan korona masyarakat disilakan menghubungi nomor 119 sebab sudah ada tiga rumah sakit yang siap menangani pasien suspek korona antara lain RS Ashari, Santa Maria dan Siaga Medika. Sementara itu masker dan hand sanitizer sudah siap di Puskesmas dan rumah sakit.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Wilayah 12, Sadimin mengatakan untuk antisipasi korona siswa SLTA belajar di rumah secara daring. Untuk SMK, UN bgi kelas XII yang rencananya mulai Senin (16/3) dilaksanakan maka sesuai Surat Edaran Kepala Dindikbud Provinsi Jateng ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Adapun untuk kegiatan santri madrasah yang dilaksanakan pada sore hari baik madrasah diniyah awaliyah, wusto maupun ulya belum ada keputusan apakah ikut libur atau tetap berangkat. Kepala Kantor Kemenag Pemalang melalui Kasubag TU Fajarin mengatakan sudah ada surat edaran dari Kementerian Agama dan mereka ikut libur.(AliBasarah)

Leave A Reply

Your email address will not be published.