Kakak Beradik Dirungkus, Aniaya Seorang Perangkat Desa

- Dipicu Sakit Hati Tak Diundang Reses Anggota DPRD

Kedua tersangka penganiayaan seorang perangkat desa di Desa Bojong, Kecamatan Jatibarang, Brebes, tengah diperiksa penyidik Satreskrim Polres Brebes, Kamis (12/3). (smpantura.com/b.setiawan)

BREBES – Lantaran sakit hati dirinya tidak diundang dalam reses seorang anggota DPRD Provinsi Jateng, dua orang yang masih kakak beradik nekad menganiaya seorang perangkat desa, di Desa Bojong, Kecamatan
Jatibarang, Kabupaten Brebes, kemarin. Kedua kakak beradik itu diringkus polisi dan kini tengah mendekam di ruang tahanan Mapolres Brebes.

Kedua tersangka adalah Sunarto bin Mukrino (45), dan M Widodo Bin Mukrino (40). Keduanya merupakan warga RT 15/ RW 03, Desa Bojong, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes. Sementara korbannya adalah Mega Mirza Bin Magfuri Raharjo (55), perangkat Desa Bojong, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes. Akibat pengaiayaan itu, korban mengalami luka serius di bagian batang hidung.

Kasat Reskrim Polres Brebes AKP Tri Agung Suryomicho mengatakan, kedua tersangka ditangkap anggota unit Reskrim Polsek Jatibarang, setelah mendapat laporan dengan barang bukti rekaman kamera cctv dari Balai
Desa Bojong, dan hasil visum. Kedua tersangka ditangkap di rumahnya, dan kini tengah ditahan di Mapolres Brebes. “Motif penganiayaan yang dilakukan kedua tersangka ini, lantaran mereka sakit hati kepada korbannya. Ini karena mereka tidak diundang dalam acara reses seorang anggota DPRD Jateng,”
ujarnya, Kamis (12/3).

Menurut dia, kejadian tersebut berawal saat seorang anggota DPRD Jateng melakukan reses di Balai Desa Bojong, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes, sekitar pukul 14.00. Saat acara berlangsung, salah seorang pelaku memanggil korban. Kemudian korban menemuinya di ruang depan balai desa. Saat itu salah seorang tersangka menanyakan kegiatan yang sedang berlangsung dan dijawab korban acara reses anggota DPRD Jateng. Namun bersamaan itu, tersangka lainnya langsung memeganggi korban menggunakan tangan kiri dari belakang dan tangan kananya langsung melayangkan pukulan. Setelah itu tersangka memukul wajah korban berkali-kali, sehingga menyebabkan hidung korban luka serius.

“Kejadian ini dilihat anggota DPRD Jateng yang tengah reses. Setelah aksi kedua tersangka dihentikan, korban bersama anggota DPRD Jateng
melaporkan penganiayaan ini ke Polsek Jatibarang,” terangnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, selain mengamankan kedua tersangka, pihaknya juga mengamankan beberapa barang bukti, termasuk rekama CCTV dari Balai Desa Bojong. Hingga kini, kedua tersangka masih terus menjalani pemeriksaan penyidik. “Atas perbuatannya ini, kedua tersangka dijerat pasal 170 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara,” pungkasnya.

(b.setiawan-red2)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.