Warga Panik Ada Orang Pakai Baju Astronot

Simulasi Satgas Covid-19 RSUD Suradadi

SIMULASI PENANGANAN CORONA : Anggota DPR RI Dewi Aryani didampingi Direktur RSUD Suradadi dr Muzaeni melihat simulasi penanganan pasien Virus Corona di Desa Suradadi, Kecamatan Suradadi, Kabupaten Tegal, Senin (9/3). (SMPantura/Wiwit)

SURADADI – Keberadaan Satgas Covid-19 RSUD Suradadi, Kabupaten Tegal menjadi tontonan warga saat melakukan simulasi penanganan dugaan pasien yang terpapar Virus Corona di Desa Suradadi, Kecamatan Suradadi, Senin (9/3). Warga sempat panik saat melihat petugas dengan memakai baju astronot atau Alat Pelindung Diri (APD). Mereka mengira ada warga Suradadi yang terkena Virus Corona.

“Saya sering melihat di televisi, kalau ada orang pakai baju astronot berarti ada yang kena Virus Corona,” kata salah satu warga RT 2 RW 10 Desa Suradadi, Agus (45) saat melihat simulasi penanganan pasien Corona.

Kepanikan warga Suradadi akhirnya terjawab, karena orang-orang itu tengah melakukan simulasi penanganan pasien Corona. Simulasi Satgas Covid-19 RSUD Suradadi dihadiri Anggota DPR RI Dewi Aryani, Direktur RSUD Suradadi Ruszaeni, Camat Suradadi Ahmad Susiyanto, Kades Suradadi Slamet Riyono, Forkompincam Suradadi, dan sejumlah pejabat di lingkungan RSUD Suradadi lainnya.

Silumasi itu diawali dari warga yang menghubungi Direktur RSUD Suradadi terkait keberadaan warga Suradadi sepulang dari melaut di Korea. Warga RT 2 RW 10 Desa Suradadi yang bernama Subekhi, mengalami gejala-gejala seperti terkena Virus Corona. RSUD Suradadi langsung menerjunkan Satgas Covid-19 ke lokasi dengan pakaian lengkap, berupa baju APD, masker dan peralatan lainnya. Usai ditangani sementara, Satgas langsung membawa pasien ke RSUD Suradadi untuk diisolasi.

“RSUD Suradadi adalah rumah sakit satelit, jadi hanya pemeriksaan awal apakah cenderung ke Covid atau tidak. Jika setelah pemeriksaan paru-paru ada kecurigaan ke Covid, maka kami akan rujuk ke RSUD Dr Soeselo atau RSUD Kardinah,” kata Direktur RSUD Suradadi dr Muzaeni di sela-sela simulasi penanganan pasien Corona.

Dikatakan, RSUD Suradadi telah membentuk Satgas Mobile Covid-19. Satgas itu bekerja jemput bola kerumah pasien untuk melakukan pemeriksaan sementara. Jika curigai terpapar virus itu, maka akan dipemeriksaan lanjutan. Pasien itu akan dikarantina di ruang isolasi yang berada di IGD sebanyak enam bad.

Anggota DPR RI Dewi Aryani menuturkan, RSUD Suradadi yang statusnya rumah sakit satelit dinilai yang pertama kali di Indonesia yang melaunching Satgas Mobile Covid-19. Hal itu harusnya dijadikan contoh rumah sakit daerah lainnya.  Satgas ini jemput bola kerumah warga, karena warga enggan saat datang kerumah sakit untuk memeriksakan diri.

“Kami akan bantu pembuatan baliho pencegahan Virus Corona keseluruh desa di Kabupaten Tegal,” katanya.

Ditambahkan, penentuan simulasi di Desa Suradadi karena sekitar 1.500 warga Suradadi yang bekerja di luar negeri, seperti Korea Selatan, Cina, Singapur, Spanyol, Taiwan dan lainnya. Mereka tidak hanya di negara tersebut, tapi mereka juga keliling ke seluruh dunia sebagai Anak Buah Kapal (ABK).

“Seluruh Kabupaten Tegal ada sekitar 4 ribu orang yang menjadi tenaga migran di berbagai negara. Makanya, harus diwaspadai pemaparan virus ini,” pungkasnya. (Wiwit-red03)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.