Aset Kopena Trennya Terus Naik Capai Rp 273,7 Miliar

PEMBUKAAN RAT KOPENA : Walikota Pekalongan, Moh Saelany Machfudz, didampingi istri dan Ketua Umum Kopena Romadhon Abdul Djalil, Dinas Koperasi UMKN Provinsi Jawa Tengah, memukul gong sebagai tanda dibukanya Rapat Anggota Tahunan (RAT) Ke-26 Tahun Usaha 2019 KSPPS Kopena di Convention Hall HA Djunaid Buaran Kota Pekalongan, Sabtu (7/3). Foto : SMPantura/Kuswandi
  • Gelar RAT Ke-26 Tahun Usaha 2019

PEKALONGAN – Perkembangan Koperasi Pemuda Buana (Kopena) yang berkantor pusat di Jalan Hos Cokro Aminoto No 77 Kota Pekalongan, dari tahun ke tahun menunjukan tren kenaikan. Aset yang dimiliki terus mengalami kenaikan, termasuk simpanan maupun pembiayaan. Pada tahun 2018 sendiri aset Kopena mencapai Rp 237,9 miliar, sementara tahun 2019 naik menjadi Rp 273,7 miliar atau kenaikannya mencapai 15,02 %. Hal itu diketahui dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Ke-26 Tahun Usaha 2019 KSPPS Kopena yang digelar di Convention Hall HA Djunaid Buaran Kota Pekalongan, Sabtu (7/3).

Sementara, untuk jumlah simpanan sendiri di tahun 2018 diangka Rp 230,8 miliar, dan ditahun 2019 mengalami kenaikan sebesar Rp 268,3 miliar, atau naik sekitar 16,22 %. Sedangkan, jumlah pembiayaan juga mengalami kenaikan yang sama. Pada tahun 2018, jumlah pembiayaan sebesar Rp 98,2 miliar, dan di tahun 2019 mencapai Rp 160,5 miliar atau naik sekitar 63,41 %. Hadir dalam acara tersebut, Walikota Pekalongan, Moh Saelany Machfudz, yang juga pembina Kopena, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah yang diwakili Kabid Kelembagaan Bima Kartika, para Kepala Dinas Koperasi Kab/Kota di Jawa Tengah, para tokoh, pengawas, pengurus dan anggota Kopena.

Ketua Umum Kopena, Romadhon Abdul Djalil, dalam sambutannya menyatakan secara umum kondisi Kopena cukup stabil, bahkan tren-nya mengalami kenaikan. Hal itu berkat dukungan semua pihak, terutama para anggota, pengurus dan pengawas Kopena. Pihaknya menambahkan, ditengah kondisi ekonomi yang demikian, dan ketatnya persaingan, tentu Kopena akan terus berbenah. “Pada tahun 2020, kita akan latih para pengelola terkait teknologi informatika. Itu karena sebuah kebutuhan, sehingga dapat memberikan peningkatan pelayanan Kopena,” tegas Romadhon. Pihaknya berharap, dukungan dari semua pihak, terutama para kiai, sehingga Kopena dapat memberikan pelayanan yang terbaik, dan dapat terus berkembang.

Kabid Kelembagaan  Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah,  Bima Kartika mengatakan, di era Revolusi Industri 4.0, telah berdampak terhadap eksistensi sebuah koperasi. Oleh sebab itu, Kopena harus mampu menjawab tantangan itu dengan melakukan inovasi, sehingga koperasi dapat terus berkembang. Dalam kesempatan itu, pihaknya menekankan, koperasi jangan hanya terjebak bergerak di bidang keuangan semata, dalam hal ini simpan pinjam. Tetapi, kata dia, harus dikembangkan peluang yang lain, tanpa harus melanggar regulasi yang ada. “Tapi kami melihat, Kopena sudah mengembangkan itu, dengan membentuk PT Albaika, dimana diantara produknya umrah, dan lain sebagainya,” tuturnya.

Sementara itu, Walikota Pekalongan Moh Saelany Machfudz menyatakan, diusianya yang ke-26, Kopena masih memiliki peluang berkembang cukup besar. Dikatakan, berdasarkan laporan, Kopena tren-nya naik terus dan perkembangannya konsisten ditengah persaingan yang sangat ketat. Bahkan, dari segi sosial, Kopena juga sudah mulai terbuka, dimana belum lama ini mengucurkan CSR-nya untuk berbagai lembaga masyarakat. Kopena besar karena masyarakat, maka masyarakat sudah seyogyanya disentuh. “Kami mengapresiasi eksistensi Kopena. Kopena merupakan salah satu aset, dalam pengembangan perekonomian di Kota Pekalongan. Itu karena disamping lembaga keuangan lainnya, Kopena masih terus mampu bersaing,” tegas Saelany, yang juga pendiri Kopena itu. Pihaknya berpesan, yang tidak kalah penting, bagaimana melakukan kreativitas dan inovasi dalam memberikan pelayanan. Hal itu sebuah keharusan agar Kopena dapat terus eksis. (Kuswandi/Red9)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.