Sudah Sampai di Truki, Jemaah Asal Brebes Gagal Berangkat Umroh

BREBES – Meski sudah sampai di Turki, jemaah asal Kabupaten Brebes gagal berangkat menunaikan ibadah umroh di tanah suci. Mereka pun akhirnya pulang kembali ke tanah air. Itu terjadi menyusul

kputusan Pemerinah Arab Saudi yang menangguhkan sementara izin visa untuk umroh, lantaran alasan meluasnya penyebaran virus corona di berbagai negara.

Kondisi tersebut seperti yang dialami Wamadiharjo bersama istrinya, warga Desa Grinting, Kecamata Bulakama, Brebes. Mereka sebenarnya sudah sampai di Turki dan terpaksa kembali ke tanah air, karena tidak bisa masuk ke Arab Saudi. Pasangan suami istri itu berangkat untuk menaikan ibadah umroh melalui salah satu biro perjalanan di Jakarta. Keduanya berangkan bersama satu rombongan yang berjumlah 36 orang dari bandara Suakrno Hatta pada 25 Februari lalu.

“Saya berangkat dengan istri melalui biro di Jakarta. Kami terbang ke Turki pada Selasa malam (25/2) sekitar pukul 21.00 dan tiba di Turki pada Rabu dini hari (26/2),” ujar Wamadiharjo, salah seorang jemaah umroh asal Brebes, Senin (3/3).

Pria yang juga anggota DPRD Brebes itu menceritakan, sejak awal berangkat dirinya berdasama jemaah lain yakin bisa melaksanakan ibadah umroh tersebut. Sebb, saat berangkat memang Pemerintah Arab Saudi belum mengeluarkan kebijakannya soal virus coronan. Sesuai jadwal, rombongannya memamg dari Indonesia terbang terlebih dahulu ke Turki untuk mengunjungi tempat-tempat sejarah islam. Setelah dari Turki baru terbang ke Madinah, Arab Saudi untuk menunaikan ibadah umroh. Namun di saat rombongan sudah melaksanakan kegiatannya di Truki dan mau berangkat ke Madinah, baru diketahui keluar kebijakan Pemerintah Arab Saudi tersebut. Meski biro telah berusaha agar tetap bisa ke Madinah, tetapi memang tetap tidak diperbolehkan. Sehingga, para jemaah memutuskan untuk kembali ke tsnah air.

“Kebijakan Pemerintah Arab Saudi ini keluarkan pada 27 Februari lalu.. Saat ini kami berada di Turki dan sudah jadwalnya terbang ke Madinah Arab Saudi. Lantaran tidak bisa, akhirnya diputuskan pulang ke Indonesia,” terangnya saat ditemui di Gedung DPRD Brebes.

Menurut dia, di dalam rombongan hanya dirinya bersama istri yang berasal dari Brebes. Di Turki, pihaknya juga bertemu rombongan lain dari beberapa daerah di Indonesia. Mereka juga terpaksa pulang kembali ke Indonesia. Jadi bukan hanya rombongannya. Bahkan, ada rombongan yang terpaksa harus menunggu satu hari lagi di Turki untuk pulang ke Indonesia karena jadwal penerbangan penuh. “Tidak hanya rombongan saya yang terpaksa kembali ke tanah air, tetapi rombongan dari berbagai daerah lain di Indonesia juga sama. Beruntung, kami bisa langsung pulang dengan penerbangan yang terakhir di tanggal 27 Februari. Sementara ada rombongan lain yang harus menunggu sehari di Turki,” ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dalam persoalan tersebut, biro perjalanan sudah melakukan kegiatannya sesuai jadwal yang ditetapkan. Dimana, dari Indonesia rombongannya melakukan kegiatan tiga hari di Turki, baru berangkat ke Madinah. Namun tidak ada yang menyangka, jika Pemeritah Arab Saudi mengeluarkan kebijakan tersebut. “Saya dan istri tiba di rumah pada Jumat (28/2). Awalnya kami kecewa, tetapi kami bisa menyadari, karena kebijakan larangan itu menjadi hak setiap negara untuk melindungi warganya,” sambungnya.

Dia menambahkan, awalnya para jemaah berharap kegiatan ibadah itu bisa direscedule lagi, tetapi ternyata tidak bisa. Kondisi demikian bahkan dialami jemaah yang sudah ada di Arab Saudi. Mereka harus memenuhi persyaratan-persyaratan khusus dan tidak sedikit yang terpaksa pulang. “Yang jelas biro sudah melaksanakan tugasnya, beruntungnya perjalanan kami ini ada asuransi, sehingga bisa digunakan kembali untuk berangkat ibadah umroh,” pungkasnya.

(b.setiawan-red2)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.