Candra Saputra Tinjau Daerah Banjir

- Genangan Banjir Masih Tingg

KAJEN – Anggota Komisi II DPR Kabupaten Pekalongan, Candra Saputra meninjau lima desa yang daerahnya kebanjiran, tadi sore. Di antaranya Desa Depok, Sijambe, Wonokerto Kulon, Pesanggrahan, dan Tegaldowo. Saat berkunjung ke tempat itu, dia cukup terkejut karena hingga sekarang desa yang dikunjunginya genangan air banjirnya masih tinggi.
”Kebetulan ketika terjadi banjir, saya sedang dinas ke luar kota,” kata dia.
Dirinya memang sempat dihubungi beberapa masyarakat, khususnya yang berada di deerah pemilihannya ketika mencalonkan diri sebagai anggota dewan, agar bisa berkunjung dan melihat daerahnya yang sedang dilanda banjir. Dia tidak menjanjikan namun akan mengusahakan ketika sudah di Pekalongan maka segera berkunjung. Hal itu kemudian direalisasikannya, kemarin sore, bersama-sama rekannya datang dan memberikan bantuan kepada korban banjir.
Kali pertama yang didatangi adalah Desa Depok yang saat banjir ketinggiannya mencapai 80 centimeter. Menurut Kepala Desa setempat, Hadi Suwitno, ada sekitar 600 rumah yang tergenang banjir. Daerahnya memang sering menjadi langganan musibah ini karena lokasinya paling ujung sehingga genangan air cukup lama surutnya.
”Saya sebagai wakil panjenengan di DPRD hanya bisa membantu sejumlah logistik seperti beras, mie instan, dan telur. Mudah-mudahan banjir kali ini yang terakhir,” ujar dia kepada warga sekitar.
Tinjauan kemudian dilanjutkan ke Desa Wonokerto Kulon dan Sijambe yang kondisinya pun tidak jauh berbeda. Ratusan rumah masih tergenang air dan warganya ada yang mengungsi. Bantuan dari Canda Saputra pun langsung dimanfaatkan oleh masyarakat yang sedang berada di dapur umum.
Lokasi yang dikunjungi anggota dewan dari Fraksi PAN berikutnya yakni Desa Pesanggaran, Kecamatan Wiradesa dan daerah ini genangan airnya cukup tinggi, lebih dari 60 centimeter. Meski sempat kesulitan untuk menuju ke lokasi pemberian bantuan karena banjirnya cukup tinggi, namun mobil yang dikendarai Candra bisa sampai juga ke tempat tujuan.
Terakhir, rombongan Candra Saputra menuju ke Desa Tegaldowo, tepatnya di tempat pengungsian sekaligus dapur umum. Di desa itu, dia menyempatkan berbincang-bincang dengan korban banjir. Bahkan juga memberikan sumbangan uang guna membantu membeli keperluan para pengungsi.
Kepala Desa Tegaldowo, Budi menjelaskan di wilayah kerjanya ada sekitar 900 lebih rumah. Saat musibah banjir, yang tergenang banjir sekitar 650 rumah atau lebih kurang 85 persen dari seluruh rumah yang ada. Karena banyak yang menjadi korban banjir, akhirnya dibuat delapan tempat pengungsian serta dapur umum seperti di masjid dan mushala.
Kendala yang ada di desanya lantaran air hujan tidak bisa keluar sehingga harus dipompa. Sedangkan tujuh pompa yang ada semuanya tenggelam saat banjir melanda dan tak berfungsi dengan baik.
”Ada satu pompa yang sudah kering dan bisa difungsikan,” katanya. (Moch Achid Nugroho/R-8 )

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.