Polisi Tangkap Komplotan Pencuri Spesialis Rumah Kosong

-Pelaku Membawa Senpi dan Sabu

DIBEKUK: Empat orang komplotan pencuri berhasil dibekuk Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Tegal di pintu Tol Kalimati, Adiwerna, Kabupaten Tegal, pada 30 Januari 2020.

SLAWI- Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Tegal berhasil membekuk komplotan pencuri spesialis rumah kosong.

Komplotan ini pada 14 Januari 2020 melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan di Perumahan Grand Husada Regency Blok D, Desa Pesarean, RT 09 RW 03 Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal.

Dua pelaku yakni Darmaji (46) dan Fian Rantiono (36), saat itu membawa kabur beberapa perhiasan emas berupa gelang dan kalung serta liontin seberat 7,5 gram dan mobil Brio warna merah tahun 2016 yang diparkir di garasi rumah. Korban mengalami kerugian sekitar Rp 155 juta.

Saat kejadian, rumah korban dalam kondisi kosong. Semua pintu dalam kondisi dikunci dan digembok. Pemilik rumah sejak pukul 06.15 berangkat bekerja.

Pada saat pulang ke rumah pukul 15.00, korban mendapati mobil yang diparkir di garasi raib. Sementara itu, jendela dalam keadaan tebuka dan pintu samping rumah ada bekas congkelan. Demikian pula gembok pintu samping rumah sudah jebol. Teralis jendela samping  dan pintu lemari sudah terbuka .

Kapolres Tegal, AKBP Muhammad Iqbal Simatupang dalam konferensi pers di Mapolres Tegal, Senin (24/2) mengatakan, hasil pencurian belum dijual oleh pelaku. Mobil Brio digunakan istri pelaku yang tinggal di Kota Semarang. Hanya saja, mobil Brio telah dimodifikasi dengan ditempel stiker.

Selain melakukan aksi di Kabupan Tegal, pelaku juga pernah melakukan aksi di kota lain seperti Jakarta. “Untuk di wilayah Kabupaten Tegal baru beraksi satu kali,”sebut Iqbal.

Kapolres menyebutkan, setelah dilakukan penyelidikan , Tim Opsnal Polres Tegal memperoleh keberadaan diduga pelaku . Saat melakukan pengejaran di Kota Semarang, pada 30 Januari lalu, komplotan ini justru mengarah ke Barat atau ke arah Slawi.

Selanjutnya dilakukan pengejaran di jalan tol. Komplotan ini keluar di exit tol Adiwerna. Sat Reskrim selanjutnya berkoordinasi dengan Sat Lantas untuk melakukan penyekatan.

Saat hendak ditangkap, situasi sempat tegang karena salah seorang di dalam mobil mengeluarkan senjata api rakitan dan mencoba melarikan diri, sehingga polisi menembak kaki kanan pelaku.

Dari pengejaran itu, polisi menangkap empat orang , yakni Darmaji (46)  warga Sambiroto , Kecamatan Tembalang, Kota Semarang dan Fian Rantiono (34) warga Condrorejo, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.

Kedua pelaku inilah yang telah mencuri mobil Brio dan perhiasan di rumah warga Adiwerna pada 14 Januari 2020. Dalam penangkapan tersebut, Fian mendapat tembakan di dua kakinya.

Di dalam mobil Calya warna merah yang ditumpangi para pelaku, polisi juga menangkap A Rahmat Jaelani (31) warga alan Angke Raya, Kecamatan Tambora, Kota Jakarta Barat. Pria ini diketahui membawa senjata api genggam dengan empat silinder dan tiga buah amunisi.

Polisi juga menangkap Dadi Irwanto (31) warga Desa Bedingin, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora yang diketahui membawa narkoba.

Polisi menyita  paket sabu seberat 0,43 dan 0,25 gram dan alat hisap yang ditemukan  di dalam mobil .

“Saat diketahui ada sabu, kami koordinasi dengan Kasat Narkoba. Hasil pemeriksaan urine, empat pelaku positif menggunakan narkotika,”imbuh Kasat Reskrim, AKP Gunawan Wibisono.

Gunawan menyebutkan,  saat ini senjata api sedang diperiksa di labfor. Polisi juga melakukan penyelidikan asal senjata api rakitan yang dibawa pelaku.

Keempat pelaku disangkakan pasal berbeda. Untuk dua pelaku pencurian dengan pemberatan dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman selama-lamanya tujuhtahun.

Untuk pelaku kepemilikan senjata api tanpa ijin dijerat dengan pasal 1 ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup  atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun.

Sementara untuk pelaku permufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika dijerat dengan pasal 132 ayat (1) jo pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) lebih subsider pasal 127 ayat (1) huruf a UU Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman paling rendah 5 tahun dan paling tinggi 20 tahun. (Sari/Red-06)

 

 

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.