SMP 1 Pangkah Dukung Program Merdeka Sampah 2020

ALAT KEBERSIHAN; Camat Pangkah , Bambang Sihana menyerahkan bantuan alat kebersihan kepada SMP 1 Pangkah, saat hadir pada upacara HUT ke-52 SMP 1 Pangkah, Jumat (21/2).

SLAWI-SMP 1 Pangkah, Kecamatan Pangkah, Kabupaten Tegal, siap mendukung program Kecamatan Pangkah Merdeka Sampah 2020. Program tersebut merupakan program dari pemerintah Kecamatan Pangkah tahun ini.

Sekolah yang  telah menyandang predikat sebagai sekolah adiwiyata nasional pada tahun 2018 ini, menerapkan perilaku memilah  sampah organik dan anorganik . Sampah organik diolah menjadi kompos yang dimanfaatkan sekolah, sedangkan sampah anorganik diolah menjadi berbagai kerajinan tangan.

“Sampah plastik dibuat kreasi tas dan tempat minum. Anak-anak yang membuat dengan dibimbing guru,”jelas Kepala SMP 1 Pangkah, Ali Komsakum, Jumat (21/2).

Ali menyebutkan, sekolah yang kemarin genap berusia 52 tahun itu, pada tahun 2015 mendapat bantuan mesin komposter dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tegal. Sekolah juga kerap mendapat bantuan tong sampah dan pohon. Bahkan, dari 150 pohon yang ditanam di sekolah tersebut, sebagian besar  bantuan DLH dan sisanya dari siswa.

Upaya menjaga kebersihan dimulai dari setiap kelas. Pada peringatan hari jadi sekolah, sekolah juga mengadakan lomba kebersihan tingkat kelas.

Selain lomba kebersihan, sekolah juga menggelar lomba pojok literasi dan lomba olahraga seperti gelar seni budaya, futsal dan tumpeng serta penyerahan sembako bagi warga sekitar.

Upacara peringatan HUT ke-52 SMP 1 Pangkah dihadiri Camat Pangkah,Bambang Sihana, Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Tegal, Ade Krisna Mulyawan, Kepala Bidang Pendidikan Dasar  Dinas Pendidikan dan Kebudayaan,Satiyo , komite sekolah dan alumni.

Untuk mendukung program Kecamatan Pangkah Merdeka Sampah 2020 , Camat Pangkah,  Bambang Sihana pada hari itu menyerahkan bantuan peralatan kebersihan seperti sapu lidi dan pengki kepada sekolah  berpredikat  sekolah ramah anak (SRA) itu.

Bambang mengajak siswa untuk mengelola sampah dengn cara memilah sampah organik dan anorganik. Menurutnya, sampah plastik bisa dipilah dan dijual ke pengepul, kemudian sampah organik yangempuk dapat dimanfaatkan untuk budidaya magot, dan sampah organik yang keras seperti ranting pohon dapat dibakar dan dibuat menjadi bata.

“Semua sampah yang semula dibuang begitu saja, bisa menghasilkan uang,”sebutnya.

Pada acara itu, sejumlah alumni menyerahkan bantuan berupa alat olahraga diantaranya bola futsal, bola voli dan matras silat. Selain itu kipas angin untuk dipasang di kelas serta uang.

Pada hari itu, sekolah melaunching seragam baru. Sementara itu, untuk mendukung kemajuan sekolah, menurut Ali Komsakum, hal itu butuh dukungan dari berbagai elemen. Untuk membangun pendapa sekolah, pihaknya berharap  adaya bantuan dari kecamatan, DPRD, Dinas Dikbud dan komite sekolah.

Ali menambahkan, pada usia ke-52, sekolah mengusung tema Berprestasi Sebagai Budaya Mutu. (Sari/Red-06)

 

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.