Gereja St Petrus Gelar Misa Imlek

Gereja Katolik St Petrus Pekalongan belum lama ini menyelenggarakan misa dalam rangka merayakan hari raya imlek. Kegiatan yang diikuti ratusan umat dan dimulai sore hingga malam itu mengambil tema ”Bersykur dan Berbagi”. Sesuai dengan kegiatannya, suasana di dalam gereja bernuansa imlek yakni didominasi warga merah.
Ketua panitia misa imlek, Yohanes Pramudya Andriyanto mengatakan umat di Gereja St Petrus sangat beragam dan terdiri dari dua suku yakni jawa dan tionghoa. Sebagai tempat ibadah yang selalu terbuka dengan umatnya maka saat hari raya imlek memberikan apresiasi kepada warga tionghoa yang sedang merayakannya. Bentuknya berupa misa di dalam gereja serta sejumlah rangkaian acara untuk menyambut imlek.
”Ketika umat katolik yang bersuku jawa merayakan Suro, maka kita juga menyambut dengan menggelar misa serupa. Ini sudah menjadi kegiatan rutin paroki setiap tahunnya,” jelas Andreas.
Kenapa digelar misa imlek? Tujuannya utamanya adalah ikut melestarikan budaya serta sebagai bentuk rasa bersukur. Makanya ketika kegiatan itu digelar, bukan hanya warga katolik yang ikut namun juga umat kristien lainnya. Namun pada saat proses ibadah khusus agama katolik, mereka tidak ikut karena hanya rangkaian kegiatan.
Bentuk syukur yang dilakukan di dalam gereja antara lain beribadah dan memberikan bingkisan kepada jemaat Gereja St Petrus. Karena menyambut hari raya imlek maka anak-anak kecil mendapatkan ”angpau” dari panitia sehingga menambah semarak pelaksanaan kegiatan tersebut. Sedangkan makda dari berbagi yang terkandung dalam tema misa imlek yakni umat di gereja itu membagikan bingkisan kepada sejumlah tukang becak, tukang sapu, dan warga lain yang berada di lingkungan tempat ibadah umat katolik.
Sementara itu, prosesi misa imlek di Gereja St Petrus dipimpin oleh Romo Paulus Agung dari luar kota. Dia didampingi Romo Suranto dan Agustinus Ontong Kesumo yang membantu pelaksanaan kegiatan tersebut hingga berlangsung aman.
Sementara itu, usai pelaksanaan misa imlek di dalam gereja, dilanjutkan rangkaian kegiatan lain berupa hiburan dengan mendatangkan klub barongsai. Hiburan khas yang selalu disajikan dalam perayaan imlek itu disambut gembira oleh semua jemaat. Selain menampilkan sejumlah atraksi seperti mengambil ”angpau” yang diletakkan di atas, grup barongsai ini juga menjadi rebutan untuk berfoto bersama. (Moch Achid Nugroho/K-8)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.