Ketua RT/RW dan Marbot Jadi Sasaran Kepesertaan BP JAMSOSTEK Tegal

MENYERAHKAN: Kepala BP JAMSOSTEK Tegal, Novri Annur didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Tegal, Prasetiawan, menyerahkan santunan jaminan kematian pada ahli waris almarhum Wage Wiryono (Ketua RT 1 RW 15 Desa Suradadi), di Aula Dispermades, Kamis (13/2).

SLAWI-Badan  Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BP JAMSOSTEK) Tegal terus memperluas cakupan kepesertaannya di wilayah Kabupaten Tegal, terutama perlindungan bagi pegawai non ASN dan pekerja rentan.

Tak hanya itu, ketua RT/RW, guru ngaji dan marbot menjadi sasaran untuk mendapatkan perlindungan dari BP JAMSOSTEK yang sebelumnya dikenal sebagai BPJS Ketenagakerjaan.

Hal ini dibuktikan dengan penyerahan santunan kematian kepada ahli waris almarhum Wage Wiryono sebesar Rp 42 juta yang dilaksanakan di Aula Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) Kabupaten Tegal, Kamis (13/2) siang.

Santunan kematian diserahkan kepada Saeful Bahri yang merupakan anak kedua Wage Wiryono. Penyerahan santunan disaksikan Kepala Dispermades , Prasetiawan dan jajarannya serta Kepala Desa Suradadi, Slamet Riyono dan Sekretaris Desa Suradadi, Tubagus Kamaludin Arafat.

Wage Wiryono merupakan Ketua RT 1 RW 15 Desa Suradadi. Dia meninggal pada 23 Januari 2020 karena sakit.  Almarhum  menjadi peserta BP JAMSOSTEK   sejak bulan Oktober 2019.

“Ini bukti BP Jamsostek hadir mewakili negara untuk memberikan perlindungan kepada seluruh pekerja, termasuk ketua RT,”jelas Kepala BP JAMSOSTEK Tegal, Novri Annur, kemarin.

Novri menyebutkan, sebagai peserta program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), ahli waris almarhum berhak mendapat santuan kematian Rp 42 juta. Besarnya santunan yang diberikan sesua dengan Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2019, yang merupakan perubahan atas Peraturan Pemerintah  Nomor 44 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian.

“Tahun ini iuran BP JAMSOSTEK tidak ada kenaikkan. Pemerintah justru menaikkan manfaatnya. Sebelumnya berdasar PP Nomor 44 Tahun 2015 , santunan kematian diberikan Rp 24 juta. Dengan PP Nomor 82 Tahun 2019, santunan kematian diberikan Rp 42 juta,”jelasnya.

Novri merinci, santunan jaminan kematian  sebesar Rp 42 juta, meliputi santunan berkala Rp 12 juta, biaya pemakaman Rp 10 juta dan uang duka Rp 20 juta.

Kepala Dispermades, Prasetiawan menyebutkan, penyerahan santunan kematian dari BP Jamsostek  kepada ahli waris ketua RT baru pertama kali ditemuinya.

Dia mengapresiasi ihtiar Pemerintah Desa Suradadi yang telah  mengikutsertakan ketua RT dan RW sebagai peserta BP Jamsostek, selain kepala desa dan perangkat desa. Hal ini bisa dicontoh oleh kepala desa yang lain.

“Saya baru tahu ada ketua RT dan RW diikutsertakan program seperti ini. Ini luar biasa.Bukan karena  kebahagiaan dapat uangnya , tapi manfaatnya bagi ahli waris,”tuturnya.

Kepala Desa Suradadi , Slamet Riyono menyebutkan, pemerintah desa mengikutsertakan RT dan RW sebagai peserta BP Jamsostek sejak Oktober 2019. Sebanyak 54 ketua RT dan 17 ketua RW diikutkan dalam program JKK dan JKM BP Jamsostek. Biaya iuran sebesar Rp 10.000 diambil dari honor ketua RT dan RW  setiap bulannya.

“Jadi, ketua  RT dan RW mendapat honor dari ADD sebesar Rp 73.000 per orang per bulan. Dari honor itu, Rp 10.000 dibayarkan untuk iuran BP Jamsostek,”terangnya.

Sementara itu, ahli waris almarhum,S aeful Bahri menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah. Santunan kematian Rp 42 juta akan digunakan untuk keperluan tahlilan dan sebagian untuk keperluan adiknya.

“Dari tiga anak bapak, dua sudah bekerja dan satu anak (bungsu) baru lulus sekolah dan rencana mau kuliah,”tutur Saeful .(Sari/Red-06)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.