PT Karsa Bayu Bangun Perkasa Serahkan Bangunan Pasar Banjaran

SERAH TERIMA: Direktur PT Karsa Bayu Bangun Perkasa, Sri Susilaningsih dan Bupati Tegal, Umi Azizah menandantangani dokumen serah terima aset bangunan Pasar Banjaran, di Aula Bappeda Kabupaten Tegal, Rabu (12/2).

SLAWI- Setelah 25 tahun menjalin kerja sama dengan Pemkab Tegal , PT  Karsa Bayu Bangun Perkasa  menyerahkan aset bangunan Pasar Banjaran kepada Pemerintah Kabupaten Tegal. Penyerahan aset dilaksanakan di aula Bappeda Kabupaten Tegal, Rabu (12/2).

Serah terima dilakukan antara  Direktur PT Karsa Bayu Bangun Perkasa , Sri Susilaningsih kepada Bupati Tegal Umi Azizah, dengan disaksikan Asisten Administrasi Pemerintahan, Dadang Darusman dan staf hukum (legal) perusahaan Budi Danarto.

Umi Azizah menyampaikan, selama 25 tahun masa beroperasinya Pasar Banjaran, banyak manfaat yang diperoleh masyarakat pedagang, disamping keberadaan pasar tradisional yang semi modern karena keberadaan Swalayan Banjaran Permai ini menjadi icon kebanggaan masyarakat Kabupaten Tegal selama puluhan tahun, jauh sebelum berdirinya mal-mal di Kota Slawi atau bahkan di Kota Tegal.

“Kerjasama yang sudah terbangun baik selama ini bisa kita ambil manfaat dan sisi positifnya bahwa Kabupaten Tegal ramah terhadap investasi,”tutur Umi.

Lebih lanjut, Umi menyampaikan, Pemkab Tegal akan terus berupaya menata lingkungan sekitar pasar yang selama ini menjadi tanggung jawab Pemkab Tegal, agar icon kebanggaan Pasar Banjaran bisa dikembalikan.

Penataan tidak hanya memperbaiki sarana penunjangnya saja, tapi juga terkait kesemrawutan yang ada disana. Pemkab Tegal berkomitmen akan menghilangkan ketidaknyamanan orang berbelanja di Pasar Banjaran.

“Sudah banyak sekali keluhan mulai dari kemacetan lalu lintasnya, keberadaan pedagang kaki limanya, tempat parkir, hingga penghijauannya,”tutur Umi yang menyebutkan pernah ditegur Gubernur Jateng karena kemacetan yang terjadi di sekitar pasar tersebut.

Dalam alih kelola ini , Umi meminta warga pedagang bisa memahami aturan atau regulasi yang ada, dimana negara melalui Kementarian Dalam Negeri telah mengatur soal pemanfaatan barang milik daerah, termasuk pasar yang berada di bawah kewenangan Pemda semuanya sama.

Pemerintah daerah tidak bisa memberikan Hak Guna Bangunan (HGB) kepada warga pedagang, termasuk jangka waktu sewa yang melebihi lima tahun, karena aturan dari pusat seperti itu.

“Semuanya sama, mulai dari Pasar Bojong, Pasar Margasari, hingga Pasar Lebaksiu aturan sewanya paling lama lima tahun,”imbuhnya.

Untuk itu, setelah serah terima aset ini,bupati meminta kepada dinas terkait bisa memfasilitasi hal ini, dan mensosialisasikan kepada pedagang di Pasar Banjaran.

Selama proses penyampaian berlangsung,  Umi mengimbau  kewaspadaan terhadap keamanan pasar lebih ditingkatkan untuk mengantisipasi berbagai hal yang timbul, termasuk potensi gangguan dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Pastikan pula tersedia sarana dan prasarana serta sistem penanganan yang tangguh untuk menghadapi bahaya kebakaran.

Kepada Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM selaku pengguna barang, bupati meminta agar kondisi Pasar Banjaran  bisa dijaga dan dirawat.

“Pastikan sudah tersedia anggaran pemeliharaan rutin yang cukup setiap tahunnya untuk menjaga kualitas dan kelaikan fungsi bangunannya,”pesan Umi.

Direktur Utama PT Karsa Bayu Bangun Perkasa, Sri Susilaningsih mengatakan, selain Pasar Banjaran, perusahaannya juga bekerja sama dengan Pemkab Tegal untuk mengelola Pasar Trayeman, Pusat Perdagangan Slawi dan LIK.

“Yang diserahkan ke Pemda baru Pasar Banjaran. Lainnya menyusul, belum waktunya. Masa kontraknya beda-beda. Ada yang 20 tahun, ada yang 25 tahun,”tuturnya . (Sari/Red-06)

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.