Terdesak Kebutuh, BPKB Milik Teman Kos Dicuri

GELAR PERKARA : Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Andrian Suez menggelar konferensi pers tentang pengungkapan kasus pencurian BPKB di mapolres setempat. Foto : SMPantura/Kuswandi

 

PEKALONGAN – Hani (29), warga Krapyak, Pekalongan Utara nekat mencuri BPKB sepeda motor milik teman satu kosnya, kemudian menggadaikannya ke sebuah koperasi simpan pinjam. Akibat perbuatannya itu, tersangka dilaporkan ke polisi, dan berhasil diamankan petugas Unit PPA Satreskrim Polres Pekalongan Kota. Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Andrian Suez dalam konferensi pers menjelaskan, kasus tersebut terjadi pada Jumat, 2 Agustus 2019 sekitar pukul 14.00 Wib di sebuah rumah kos di Gang Gambir, Kelurahan Poncol, Kecamatan Pekalongan Timur Kota Pekalongan. Saat itu, korban, yang juga teman kos tersangka, sedang berangkat kerja. Tersangka masuk ke dalam kamar korban lewat pintu kamar, kemudian membuka lemari di kamar korban. Selanjutnya, tersangka mengambil BPKB sepeda motor Honda Vario 125 milik korban yang tersimpan di bawah tumpukan baju.

“Antara korban dan tersangka ini semula memang teman dekat, sehingga biasa saling menitipkan kunci kamar kos. Tersangka juga biasa tidur di kamar korban dan begitu sebaliknya, kebetulan kamar tersangka berada di depan kamar korban,” terang kapolres, dalam konferensi pers, Rabu (5/2). Sekitar 1,5 bulan kemudian, korban baru mengetahui BPKB-nya hilang. Korban kemudian pada 17 September 2019 melapor ke SPKT Polres Pekalongan Kota untuk dibuatkan surat kehilangan. Kemudian, pada 23 Januari 2020, korban mendapat informasi dari saudaranya yang bekerja di koperasi simpan pinjam di Batang, bahwa BPKB milik korban digadaikan di koperasi tersebut sebagai jaminan pinjaman.

Terungkap pula bahwa tersangka mengagunkan BPKB tersebut dengan meminjam sepeda motor berikut STNK milik korban, dengan nilai pinjaman Rp 5 juta, dan dengan jangka waktu pelunasan satu bulan. Namun ternyata sampai tanggal yang ditentukan tersangka tidak bisa melunasi agunan BPKB tersebut.
Korban akhirnya melaporkan Hani ke Polres Pekalongan Kota. Dari laporan korban, polisi kemudian menangkap tersangka di sebuah rumah kos di Jalan Singosari, Kelurahan Podosugih, Kecamatan Pekalongan Barat. “Kasus ini sedang ditangani Unit PPA. Tersangka dikenakan Pasal 362 KUHP, ancaman pidananya maksimal lima tahun,” jelas Kapolres. Tersangka Hani mengaku nekat melakukan perbuatan tersebut karena terdesak kebutuhan ekonomi. Dikatakan, bahwa uang dari hasil menggadaikan BPKB itu ia gunakan untuk membayar utang di koperasi maupun kebutuhan lainnya. “Saat itu saya memang lagi butuh uang dan sedang tidak bekerja,” tuturnya. (Kwd/Red9)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.