Kecerdasan Buatan Karya Mahasiswa TI PHB Ditularkan ke Guru dan Pelajar SMA/SMK

ANTUSIAS BERTANYA : Guru dan pelajar, antusias bertanya langsung ke mahasiswa TI PHB Tegal yang menjadi narasumber dalam seminar ”Articificial Intellegence”. Khususnya untuk diterapkan di aplikasi mobile android, aplikasi website, dan miniatur smart home.(Foto : smpantura.com/Riyono Toepra-red07)

* Jadi Modal Menapaki Revolusi Industri 4.0

TEGAL – Upaya melahirkan sumber daya manusia (SDM) handal dalam menghadapi era Revulusi industri 4.0, ditunjukkan mahasiswa Prodi D4 Teknik Informatika Politeknik Harapan Bersama (PHB) Tegal.

Salah satunya, berupa kecerdasan buatan (Artificial Intellegence) karya mahasiswa perguruan tinggi vokasi itu, yang telah diterapkan dalam ke aplikasi mobile android, aplikasi website, dan miniatur smart home.

”Jadi mahasiswa kami, menularkan ilmu dan karyanya ke ratusan pelajar SMA dan SMK yang didampingi para gurunya, agar memahami kecerdasan buatan yang dapat dibuat melalui berbagai bagai aplikasi,” ucap Kaprodi D4 Teknik Informatika PHB Tegal, Ginanjar Wiro Sasmito.

ANTUSIAS BERTANYA : Pelajar SMA yang antusias bertanya ke Mahasiswa Prodi D4 TI PHB Tegal.(Foto : smpantura.com/Riyono Toepra)

Kegiatan itu dikemas dalam seminar bertajuk ”Artificial Intellegence”, yang digelar di aula politeknik tersebut, pekan lalu. Seminar itu, yang sekaligus wujud dari Tri Dharma Peguruan Tinggi, langsung menghadirkan narasumber dari mahasiswa prodi itu sendiri.

Tujuannya, kata dia, agar khalayak atau para pelajar dan guru-gurunya mengetahui langsung, jika perguruan tingginya memang mampu melahirkan SDM handal dibidang teknologi informasi maupun teknik informatika.

Mahasiswa semester lima yang menjadi narasumber dalam seminar tersebut, Ahmad Wijaya yang menyuguhkan materi ”Image Recognition”. Kemudian, Ilham Bintang Pratama (Recognize Emotion) dan Ahmad Tantowi (Speech Recognition).

Memancing Pertanyaan

Saat karya rekayasa mahasiswa itu didemonstrasikan dihadapan ratusan pelajar dan guru pendampingnya, langsung memancing banyak pertanyaan.

Mulai dari hal paling sederhana menyeting aplikasi itu ke telepon seluler berbasih android, hingga cara-cara membuatnya dan manfaat yang diperoleh.

Dosen pembimbing dan pendamping para mahasiswa tersebut, M Fikri Hidayattullah mengatakan, jawaban taktis yang disampaikan mahasiswanya, dan langsung dapat dipraktikkan para pelajar dan guru pendamping, membuat dirinya bangga.

”Ini bukti, karya mahasiswa kami tak main-main kualitasnya. Ini baru seberapa. Masih banyak lagi karya lainnya dari mahasiswa kami yang layak diaplikan dan diharapkan dapat menjadi penyemangat melahirkan SDM handal yang menjadi modal penting menapaki era Revolusi Industri 4.0,” ucap dia.

Ketua Prodi TI perguruan tinggi itu, Ginanjar Wiro Sasmito mengatakan, prodinya telah melangkah mantap dalam menghadapi arus disrupsi yang diakibatkan dari dampak revolusi industri tersebut.

Selain itu, prodinya juga telah menggunakan kurikulum yang diklaim sebagai jawaban dari tantangan Revolusi Industri 4.0. Antara lain, Artificial Intelligence, Software Engineering, Big Data, dan Embded System.

Disamping itu setiap mata kuliah yang merupakan turunan dari kurikulum, secara periodik dalam waktu setahun sekali, materinya selalu dievaluasi dan diperbarui (update) sesuai dengan tren yang ada di industri informasi teknologi tingkat nasional maupun global.

”Tujuannya, dapat menjadi salah satu bekal bagi lulusan prodi yang dipimpinnya guna bersaing di dunia kerja yang kian ketat dan kompetitif,” tandas dia.(Riyono Toepra-red07)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.