PMI Kabupaten Pekalongan Gelar Rakor Kesiapsiagaan

0 11

KAJEN- Guna menghadapi berbagai kemungkinan kejadian kebencanaan di wilayah Kota Santri, PMI Kabupaten Pekalongan menggelar Rakor Kesiapsiagaan di Rumah Dinas Wakil Bupati Pekalongan kemarin.

Ketua PMI Kabupaten Pekalongan, Arini Harimurti mengatakan, dalam penanganan bencana, PMI tidak bisa bekerja sendirian, oleh karena itu perlu koordinasi dengan pihak-pihak terkait. “Dengan rapat koordinasi ini kami tahu cara penanganan bencana dan juga tahu apa yang harus dilakukan untuk mencegah bencana terjadi. Selain itu juga setelah bencana terjadi tahu bagaimana prosedurnya. Sehingga bisa memperlakukan korban dengan benar,” kata Arini yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Pekalongan ini.

Dijelaskannya, rapat kerja dan koordinasi ini bukan menanti bencana, akan tetapi lebih pada peningkata kewaspadanaan, seperti bagaimana mencegah bajir dengan tidak membuang sampah sembarangan, dan mecegah longsor melalui penanaman pohon. “Dengan berkoordinasi diharapkan semua pihak dapat menjalankan tugasnya dengan baik, dan jika terjadi bencana maka diharapkan evakuasi berjalan dengan benar,” terangnya.

Arini menambahkan, untuk titik-titik rawan bencana sudah di Kota Santri adalah rawan longsor di daerah atas, banjir di daerah bawah dan semua daerah potensi atau rawan akan angin kencang. “Untuk kesiapan menghadapi bencana, PMI sudah menginventarisir baik tenaga maupun peralatan guna membantu mengatasi bencana yang sewaktu-waktu terjadi,” terangnya.
Sementara itu, terkait dengan pergantian Kepala Unit Donor Darah atau UDD PMI Kabupaten Pekalongan, Arini menjelaskan, kepala UDD yang lama yakni Lily Gunawan sudah habis masa tugasnya sehingga lewat hasil seleksi terpilih Suryadi sebagai kepala yang baru.

“Kami mengucapkan terimakasih yang setingi-tingginya kepada Lily Gunawan yang telah berjasa mengembangkan UDD PMI Kabupaten pekalongan dan semoga dengan kepemimpinan Suryadi UDD akan semakin berkembang dan maju,” harapnya.

Menurutnya, ke depan tugas UDD akan semakin berat, karena nantinya darah bukan lagi sebagai pelengkap namun juga sebagai obat. “Nantinya komponen dalam darah akan dipisahkan sesuai dengan kebutuhan pasien, sehingga ke depan tugas UDD akan semakin berat, sesuai dengan tuntutan zaman,” jelasnya. (H79)

Leave A Reply

Your email address will not be published.