Diduga Terpengaruh Miras, Pemuda Nekat Lukai Pemilik Toko

0 85

KAJEN – Diduga karena terpengaruh minuman keras (miras) pemuda bernama Nanang S, (26) warga Dusun Tegalpacing Desa Bulakpelem Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan nekat melukai pemilik toko di kampungnya dengan menggunakan sebilah sabit, Rabu (15/1) pukul 23.00 malam.

Kapolres Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, melalui Kasubbag Humas AKP Akrom mengatakan, akibat kejadian ini korban pemilik Toko Sembako Mutia yang bernama Agus (50) mengalami luka gores pada jari kirinya.
“Kejadian ini bermula saat korban dan rekan-rekannya duduk santai di depan toko sembako miliknya. Selang beberapa menit kemudian tiba-tiba pelaku datang dengan mengendarai sepeda motor dan berhenti di depan korban yang sedang duduk di depan toko sambil mengeluarkan sebilah sabit yang diselipkan di pinggangnya,” terang dia.

Kemudian pelaku yang memegang sabit dengan tangan kanan itu, lalu menghampiri korban sambil mengumpat dengan kata-kata kasar serta sambil mengayunkan ke arah korban. “Saat itu korban menghindari ayunan sabit, namun pelaku tetap mengacung-acungkan sabit kepada korban. Saat pelaku mengayunkan sabit untuk kedua kalinya ke arahnya, korban berusaha memegang gagang sabit dengan menggunakan tangan kiri hingga jari kirinya mengalami goresan yang diakibatkan oleh ayunan sabit pelaku,” tuturnya.
Melihat kejadian tersebut, rekan-rekan korban yang berada di lokasi langsung berusaha memegang tangan pelaku agar melepaskan pegangan sabit itu. Dan korban langsung mengambil serta mengamankan sabit yang pegang pelaku. Setelah sabit berhasil diamankan, pelaku pergi meninggalkan lokasi.

“Pada hari Kamis (16/1) sekitar pukul 01.00 korban memeriksakan lukannya di Puskesmas Sragi I dengan dibantu warga. Selanjutnya peristiwa itu dilaporkan ke Polsek Sragi guna pengusutan lebih lanjut,” ucapnya.
Setelah menerima laporan dari korban, beberapa jam kemudian tepatnya pada pukul 10.00 pelaku dapat ditangkap dan diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Sragi beserta barang bukti 1 (satu) bilah sabit dengan gagangnya terbuat dari kayu.

“Saat ini pelaku masih dalam pemeriksaan oleh petugas guna untuk mengetahui motif pelaku. Namun demikian pelaku harus siap menghadapi ancaman hukuman karena telah melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-undang darurat Republik Indonesia nomor 12 tahun 1951 yang ancaman hukumannya 10 tahun penjara,” ucap AKP Akrom. (Siti Masithoh/Red11)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.