Rp 1 Miliar Dialokasi Bagi Pembangunan Museum Purbakala di Brebes

  •  Masih Terkendala Lahan

BREBES – Keinginan masyarakat Brebes untuk memiliki museum purbakala akan terwujud di tahun ini. Sebab, untuk rencana mendirikan museum purbakala itu, di tahun 2020 Pemkab Brebes telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1 miliar. Sesuai rencana, museum tersebut akan didirikan di Desa Galuhtimur Kecamatan Tonjong, Kabupaten Brebes.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Diding Setiadi melalui Kabid Kebudayaan Wijanarto menjelaskan, tahapan untuk merealisasikan keinginan masyarakat, khususnya di Brebes selatan terhadap keberadaan museum purbakala, kini mulai dilaksanakan. Pihaknya bersama instansi terkait mulai melakukan sosialisasi terhadap rencana tersebut. Di sisi lain, anggaran untuk pembangunan museum juga sudah dialokasikan Pemkab Brbes. “Kemarin, kami diundang oleh Kecamatan bersama instansi terkait, termasuk desa untuk melaksanakan rapat koordinasi. Sesuai rencana, museum ini berlokasi di Desa Galuhtimur, Kecamatan Tonjong. Untuk tahap awal pembangunan, kami telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1 miliar di tahun ini,” ungkapnya, Jumat (10/1).

Menurut dia, terhadap rencana pembangunan musem tersebut, sejauh ini pihaknya terkendala lahan. Sebab, anggaran yang telah dialokasikan tersebut tidak termasuk lahan, tetapi hanya bangunan fisik. Namun dari hasil rapat koordinasi yang digelar, kini sudah menemui titik terang terkait masalah lahan. Menyangkut kejelasan lahan, pihaknya mengacuk Permendagri nomor 1 tahun 2016 tentang Pengelolaan Aset Desa dan Peraturan Bupati nomor 9 tahun 2019. Dari regulagi itu, untuk persoalan lahan bisa melalui mekanisme pemanfaatan kerjasama dengan desa. Namun demikian, pihaknya perlu melakukan konsultasi dengan Tata Pemerintahan di Provinsi Jawa Tengah.

“Lahan yang akan dibangun museum memang masih menjadi kendala kami. Karenanya, kami diundang untuk rapat koordinasi. Dari pencermatan regulasi yang ada, tanah bengkok bisa menjadi solusi masalah lahan ini. Tetapi, kita harus memahami betul aturan yang menjadi rujukan. Jika nantinya desa sepakat, maka kedepan kami akan melakukan kejasama dengan desa. Yakni, Pemkab menyediakan alokasi bangunan dan desa lahannya. Di sisi lain, Desa Galuhtimur juga mendekatkan lokasi temuan fosil,” jelasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, ketika persoalan lahan ini selesai, pihaknya menargetkan pada Juni mendatang proses lelang pembangunan museum bisa dimulai. Pada tahap pertama, bangunan yang didirikan merupakan gedung utama bagi museum. Yakni, untuk penyimpanan barang purbakala, kantor dan parkir. “Alokasi anggaran Rp 1 miliar itu baru tahap awal, dari janji Bupati saat sosialisasi sebesar Rp 4 miliar. Mudah-mudahan ini bisa terwujud juga,” terangnya.

(b.setiawan-red2)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.