Partai Golkar Berharap Mendapat Kursi Wakil Bupati

PEMALANG – Partai Golkar Kabupaten Pemalang berharap mendapat jatah sebagai wakil bupati pada Pemilihan kepala daerah (Pilkada) tahun 2020. Harapan tersebut sangat realistis, sebab Partai Golkar hanya memiliki enam kursi di dewan, untuk itu harus ada koalisi agar bisa mengusung calon bupati maupun wakilnya.

“Beberapa waktu lalu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Pemalang mengundang para pendaftar bakal calon bupati dan wakil bupati. Mereka dikenalkan pada seluruh pengurus, baik dijajaran DPD, maupun tingkat kecamatan, dan sebagai laporan tim penjaringan bakal calon bupati maupun wakilnya,” ujar Ketua DPD Golkar Pemalang, Rois Faisal, baru baru ini.

Dia mengatakan, terkait dengan para calon yang mendaftar melalui Golkar, maka pihaknya merumuskan untuk dilaporkan ke DPD 1 selanjutnya diperjuangan ke pusat. Namun hingga saat ini Partai Golkar Pemalang belum resmi menjalin koalisi dengan partai apapun. Hal itu disebabkan, terkait dengan koalisi pihaknya sepenuhnya menyerahkan ke DPD 1, maupun ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Partai Golkar terus membangun komunikasi dengan semua partai yang ada, sebab untuk bisa mengusung calon harus berkoalisi dengan partai lain. Hal itu disebabkan jumlah kursi yang dimiliki Partai Golkar di dewan hanya enam, artinya harus berkoalisi. Apabila terbangun koalisi, pihaknya memasang target yang realistis sesuai dengan kemampuannya. Apabila nanti terbangun koalisi, pihaknya berharapa mendapat jatah kursi minimal wakil bupati, akan tetapi kalau bisa jatah bupati akan lebih baik.

“Dari hasil penjaringan yang dilakukan oleh tim penjaringan, tercatat ada 11 orang yang mengembalikan formulir ke Partai Golkar. Mereka ada yang mendaftar sebagai bakal calon bupati maupun bakal calon wakil bupati, dan semuanya kita tampung,” tandas Ketua Tim Penjaringan bupati dan wakil bupati, Rabadi.

Ia mengatakan, dari 11 orang yang mengambil formulir pendaftaran bakal calon bupati maupun wakilnya hanya enam orang yang mengembalikan. Enam bakal calon yang mengembalikan yaitu Dr Aziz, Agung Mukti Wibowo, Arifin, Nurkholis, dan Eko Priyono. Satu orang Imam Wibowo, sebagai balon wakil bupati. Pihaknya sebagai tim penjaringan telah melaporkan kepada induk partai untuk diproses sesuai dengan mekanisme DPD Golkar untuk dilaporkan ke DPD 1. (H77/Red_03)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.