Baca Al Quran 4 Jam, Tandai Deklarasikan JMQH di Brebes

BREBES – Sebanyak 360 Hafidzah atau perempuan penghafal Al Quran mendeklarasikan berdirinya Jamiyah Mudarasatul Quran Al Hafidzah (JMQH) tingkat Kabupaten Brebes, kemarin, di Ponpes Alfalah Salafy Jatirokeh, Kecamatan Songgom, Brebes. Keberadaan JMQH tersebut diharapkan menjadi wadah para hafidzah untuk menularkan kemampuannya dan mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga dengan adanya JMQH ini para hafidzah akan bertambah wawasan, pengalaman, dan ilmu yang bermanfaat, serta semakin semangat membaca Al-Qur’an. Kalau mereka membaca sendirian biasanya malas, sehingga dengan berkumpul seperti ini akan bersemangat,” ujar Ketua JMQH Kabupaten Brebes Rohmatin Alawiyah, usai kegiatan.

Dia mengatakan, deklarasi JMQH itu diikuti 360 hafidzah yang ada di Kabupaten Brebes. Sebelum melaksanakan deklarasi, mereka juga melantunkan ayat-ayat Al Quran selama 4 jam, yakni dari pukul 08.00 hingga 12.00 di Aulau Ponpes Al Falah Salafy. “Jadi, mereka yang hadir ini merupakan para hafidzah se-Brebes yang keberadaannya tersebar di 17 kecamatan,” terangnya.

Sementara Ketua Pusat JMQH, Maftuhah Mainan Abdillah mengungkapkan, JMQH tingkat pusat berdiri pada 7 Februari 1975 di Dusun Kajen Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Namun saat itu anggotanya kurang semangat, kurang bergairah, kurang disiplin, kurang ada perhatian. Satu kabupaten biasanya yang hadir juga cuma 12 orang atau maksimal 25 orang. Kemudian, JMQH bangkit dan kembali dideklarasikan pada 17 Juni 2011. Itu dilakukan karena dorongan banyak hafizhoh terlantar lantaran kesibukan rumah tangga dan urusan duniawi, sehingga tidak sempat bertadarrus kurang merawat hafalannya sampai ada yang hilang lupa Alqur’an nya.
Alasan lain, karena banyak hafidzah kurang berkiprah. Bahkan, hanya sebagai obyek bila dibutuhkan bukan pelaku yang seharusnya sebagai penggerak syiar alqur’an. Kemudian, hafidzah masih terkesan kolot, kuno, kuper kurang perhatian, kurang pengalaman, cuma duduk sila  kurang mendapat simpati masyarakat, kurang dihargai keberadaannya. “Dari deklarasi ini, JMQH semakin menggaung dan terbentuk di tingkat kabupaten,” terangnya.

Menurut dia, ada empat tujuan JMQH didirikan. Pertama, menyatukan  dan mempererat ukhuwwah antar sesama hafidzah. Kedua, dapat istiqomah bertadarrus memelihara merawat hafalan Alqur’an dengan harapan menjadi hamalatal qur’an ila akhir hayat. Ketiga, para hafidzah bisa berkiprah di kancah masyarakat, bergaung membawa syiar Alquran agar semarak Alquran berkibar, bersinar di persada bumi nusantara. Terakhir, berbagi pengalaman membuka pikiran dan memperluas wawasan agar keberadaan  hafidzah bisa hidup dan memposisikan diri sebagai penggerak panji-paji Alquran, setidaknya untuk keluarga dan kerabat terdekat. “Karena itu, kita harus bangga jadi hafidzah, dan hujan besar yang mengiringi deklarasi mudah-mudahan menjadi pertanda hafidzah Brebes makin berkembang dan maju,” pungkasnya.

(b.setiawan-red2)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.