Take a fresh look at your lifestyle.

2020, Terjadi 49 Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

121

SLAWI – Sekretaris Daerah Kabupaten Tegal , Widodo Joko Mulyono menyampaikan, dari laporan Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak Kabupaten Tegal, sepanjang tahun 2020 tercatat ada 49 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Jumlah ini turun 18 persen dari tahun 2019 yang sebanyak 60 kasus.

Meski jumlah kasus yang dilaporkannya berkurang, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Tegal harus senantiasa meningkatkan kualitas pelayanannya.

“Saya yakin, kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini adalah fenomena gunung es. Sehingga harus ada inovasi dari dinas melalui tim PPT-nya untuk membangun kesadaran kritis masyarakat, minimal berani lapor,” ungkap Joko pada rapat koordinasi tim pusat pelayanan terpadu (TPP) korban tindak kekerasan perempuan dan anak tingkat Kabupaten Tegal 2021 di ruang rapat bupati belum lama ini.

Joko menyebutkan, pemanfaatan teknologi informasi ini penting sebagai sarana komunikasi efektif di era internet of things dan media sosial, dimana kekerasan terhadap perempuan di dunia maya terjadi dan kasusnya terus meningkat, namun masih disepelekan.

Dicontohkan olehnya, peretasan akun media sosial untuk kemudian disalahgunakan dengan menyebarkan konten pribadi ke ranah publik juga banyak dialami dan merugikan perempuan.

“Untuk itu saya minta penggunaan kanal media sosial pemerintah jangan sebatas sarana informasi penyampaian program, tapi juga harus menjadi sarana komunikasi efektif untuk menampung keluhan dan laporan warga,” pesannya.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah keberadaan lembaga layanan terpadu pemulihan bagi perempuan dan anak korban kekerasan yang dikenal dan mudah dijangkau. Konsep layanan terpadu ini tentunya juga harus terintegrasi dalam kebijakan daerah tentang layanan bagi perempuan dan anak korban kekerasan.

Kepala Dinas P3AP2KB Kabupaten Tegal Elliya Hidayah mengatakan jika tim PPT Kabupaten Tegal terus melakukan berbagai upaya untuk menangani korban kekerasan, antara lain dengan membuka layanan pengaduan, melakukan home visit ke rumah korban, memberikan layanan kesehatan, bimbingan konseling kerohanian hingga penegakan hukum.

“Sosialisasi tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak sudah kami lakukan sampai tingkat desa dibantu tim penggerak PKK dan organisasi kemasyarakatan, meski hasilnya belum maksimal. Harapan kami, masing-masing desa bisa membuat sistem penanganan swadaya yang melibatkan unsur dan elemen masyarakat untuk mencegah terjadinya kasus,” kata Elliya.

 

Sementara itu, untuk menekan kasus kekerasan pada anak dan remaja di ruang maya, Elliya mengimbau agar para orang tua meningkatkan fungsi pengawasan saat anak mengakses media sosial.

“Tingkatkan literasi digitalnya sesuai dengan jenjang usia anak melalui skema parenting,” ujarnya.

BERITA LAINNYA