Ribuan Petasan dan Miras Disita di Kota Tegal

SITA PETASAN : Personel dari Tim Resmob dan Unit Reskrim Polsek Polres Tegal Kota, saat menyita petasan yang disembunyikan di rumah pedagang. Barang sitaan itu kelak akan dimusnahkan.(Foto :smpantura.com/Riyono Toepra-red07)

* Razia Cipta Kondisi Jelang Tahun Baru

TEGAL – Ribuan petasan ukuran jempol orang dewasa, minuman keras (miras) ilegal maupun oplosan, disita personel gabungan Polres Tegal Kota yang menggelar razia di sejumlah lokasi, Jumat (27/12).

Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah SSi didampingi Wakapolres Kompol Joko Wicaksono SSTPi mengatakan, kegiatan razia tersebut dalam rangka cipta kondisi di Kota Tegal menjelang perayaan malam kedatangan Tahun Baru 2020.

MIRAS ILEGAL : Personel Sat Sabhara Polres Tegal Kota, membawa miras ilegal yang disita dari warung kelontong. Razia penjualan miras ilegal akan terus dilakukan sampai menjelang perayaan malam pergantian tahun.(Foto :smpantura.com/Riyono Toepra-red07)

”Kami mengantisipasinya, dengan menggelar razia setelah fokus pengamanan di sejumlah gereja dalam rangka perayaan Natal. Sekarang meski tempat ibadah ini masih tetap dalam penjagaan maupun pantauan keamanan, personel gabungan kami menggelar razia untuk mengantisipasi gangguan keamanan dalam perayaan pergantian tahun,” terang Kapolres Tegal Kota.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, kata dia, ada beberapa warga yang merayakan malam pergantian tahun dengan kegiatan yang dapat membahayakan warga lainnya. Seperti pesta miras, maupun menyulut berbagai jenis petasan dalam berbagai ukuran.

Karena itulah, razia tersebut, lanjut dia, sebenarnya merupakan bagian dari kegiatan rutin yang ditingkatkan dari jajarannya, dengan berbagai sasaran yang sudah ditentukan. Mulai dari penjualan miras ilegal, petasan, dan mencegah peredaran narkoba.

Cipta Kondisi

Razia miras dalam rangka cipta kondisi jelang perayaan malam pergantian tahun, menyasar warung-warung kelontong dan warung remang-remang, yang selama ini ditengarai menjual miras ilegal.

Hasil dari razia miras, disita sebanyak 10 dus miras berbagai merek yang dijual secara ilegal dalam berbagai ukuran botol. Kegiatan rutin kepolisian yang ditingkatkan, akan terus dilakukan sampai menjelang perayaan tahun baru.

Kemudian petasan, sasarannya antara lain di Kelurahan Kemandungan, Kelurahan Pesurungan Kidul dan Pesurungan Lor, serta Margadana. Kemudian di wilayah Kelurahan Panggung dan Mitaragen.

Hasilnya lebih dari 3.000 butir petasan jenis Leo, ukuran jari jempol orang dewasa, dan beberapa jenis Long (Ledakannya lebih besar) disita dari pedagang, yang menyembunyikan di bawah gerobak lapak penjualannya. Juga ada yang disita di rumah pedagang.

Baik berbagai jenis miras ilegal dan petasan yang disita, dari hasil razia personel gabungannya, akan segera dimusnahkan. ”Kami berharap, tidak ada warga yang pesta miras atau menyulut petasan secara sembarangan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun mengganggu keamanan lingkungan sekitar,” tambah Kompol Joko Wicaksono SSTPi.

Kegiatan rutin kepolisian yang ditingkatkan, juga menyasar peredaran narkoba. Mengingkat Kota Tegal banyak tempat hiburan malam, hal itu berpotensi menjadi pasar empuk peredaran barang terlarang tersebut.

Untuk mengungkap kasus peredaran narkoba, kata dia, dilakukan dengan cara berbeda. Antara lain dengan terlebih dahulu dilakukan pengamatan kondisi lapangan, lewat Sat Res Narkoba, didukung personel kesatuan lainnya. Sampai akhirnya dilakukan upaya penangkapan terhadap pengedar maupun pengguda narkoba.(Riyono Toepra-red07)

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.