SPASI Creative Space Gelar Karyane Wong Rusun

TEGAL – Rusunawa Kraton kembali punya hajat. Jadi, sepanjang tahun 2019, Rusunawa menggelar tiga kali kegiatan yang melibatkan ratusan warganya, satu saat momen HUT RI dan dua sisanya berkolaborasi dengan ruang kreatif SPASI Creative Space.Sabtu (30/11).

Sebulan lalu, Spasi menggelar kegiatan Pentas Kreatif Spasi, di mana dalam kegiatan itu, performer dari Spasi bergantian tampil dengan performer warga Rusunawa. Berbeda dengan itu, kegiatan pentas “Karyane Wong Rusun” kali ini seluruh perfomernya berasal dari Rusun, di antaranya penampilan tari Bondan Kendhi oleh warga Rusun, tari Nusantara oleh anak-anak Rusun, kolaborasi karya tari-musik serta penampilan stand up comedy oleh remaja Rusun. Tak ketinggalan, ibu-ibu rumah tangga Rusun pun unjuk gigi untuk memeriahkannya.

Selain berbeda penampil, tujuan yang ingin dicapai pun berbeda-beda. Dari berbagai lapisan masyarakat tersebut, proses diskusi dan latihan yang dijalani bersama tak lebih dari sebulan itu membuat tujuan yang ditetapkan pun berbeda-beda.

“Untuk anak-anak, kebanyakan dari mereka tak pernah tampil sebelumnya, sekalipun di lingkungan tempat tinggalnya sendiri. Maka, untuk anak-anak, kami menetapkan tujuan membawa mereka tampil, memamerkan potensi apa yang dipunyai dan telah dilatih. Yang paling penting anak-anak senang dan orangtuanya pun bangga”, ujar Riandini Tri Astuti (26), koordinator kegiatan.

Kemudian yang tak kalah menarik adalah kolaborasi karya remaja Rusun. Meski tinggal dalam satu kawasan, terang terlihat jarang ada interaksi antara remaja laki-laki dan perempuan, bahkan ada yang tak kenal satu sama lain. Namun, lewat kegiatan ini, mereka bisa duduk bersama, diskusi, latihan, hingga menampilkan karya mereka. Dengan keakraban yang terjalin, harapannya muncul kepekaan dan kepedulian dari para muda-mudi itu untuk lingkungannya.

Ibu-ibu rumah tangga Rusun yang tampil tak hanya menyajikan hiburan, tapi drama-komedi yang ditampilkan juga sarat pesan yang kemudian dikemas menjadi judul “Rusun Kudu Rukun”. Dari penampilan mereka, kita disuguhkan kehidupan riil yang dirasakan para ibu di Rusunawa.

“Sejak datang dan bertamu ke Rusunawa, Spasi disambut baik oleh seluruh warga. Kemudian melihat potensi kesenian-kreatifitas yang dimiliki warga namun belum tersalurkan, Spasi bercita-cita melakukan pendampingan untuk bantu mengoptimalkannya. Puji syukur, niat tersebut didukung Dewan Kesenian Kota Tegal”.

Harapannya, program kemanusiaan pendampingan lewat pendekatan seperti kesenian-kreatifitas ini bisa terus berlanjut dan berkembang di Tegal, baik kota dan kabupaten, dengan sasaran masyarakat menengah ke bawah, utamanya anak-anak.

“Ke depan, mudah-mudahan jalan terbuka makin lebar untuk program pendampingan seperti di Rusun ini, dengan melibatkan lebih banyak pihak dari luar, seperti pemerintah, swasta, hingga volunteer”. (Wawan Hoed/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *