Polres Tegal Kota Waspadai Kejahatan Akhir Tahun

* Upal, Jambret, Curanmor dan curas

TEGAL – Sat Reskrim Polres Tegal Kota kini intensif mewaspadai kemunculan kejahatan di akhir tahun. Jenis kejahatan dimaksud, diprediksi tidak ada yang baru. Masih sama seperti tindak kejahatan pad umumnya.

Kapolres Tegal Kota AKBP Siti Rondhijah SSi melalui Kasat Reskrim AKP Agus Budi Yuwono SH MH mengatakan, meski begitu, modus kejahatan yang muncul selalu mengikuti perkembangan di masyarakat.

”Seperti kasus penipuan dan penggelapan. Atau uang palsu (Upal) yang dapat saja muncul ketika transaksi perdagangan meningkat di bulan Desember hingga awal tahun. Sepanjang bulan akhir tahun ini, kita akan intensif mewaspadainya,” ucap dia.

Untuk kejahatan upal, sepanjang tahun baru ada satu kejadian. Tapi pelaku yang ditangkap ada dua orang. Kejahatan itu, berdasarkan kejadian sebelumnya, muncul di akhir November hingga awal tahun. Di Kota Tegal, kasus itu akhirnya terungkap pada pekan terakhir Februari.

Mengungkap kasus upal, kata dia, memang butuh ketelatenan dan kecermatan dalam mengendus pelaku pembuat maupun pengedarnya. Hal itu membutuhkan waktu cukup lama.

Kejahatan Lain

Jenis kejahatan lain yang mendapat sorotan penting adalah jambret atau copet, yang muncul di pusat-pusat keramaian. Seperti pelaku yang secara terbuka merampas barang milik orang lain. Itu adalah jambret.

Bila dilakukan secara sembunyi-sembunyi dan korbannya tidak mengetahui, sering disebut copet atau kutil. Biasanya yang sering menjadi korban adalah ibu-ibu yang tengah berbelanja di pasar tradisional. Korban lainnya bisa saja pemilik toko atau kios. Baik di pasar tradisional maupun moderen.

Untuk kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor), menurut dia, masih sering terjadi. Tapi pengungkapannya tidak begitu banyak. Banyak faktor yang mempengaruhi. Antara lain, korban baru tahu kendaraannya hilang dicuri, beberapa jam setelah pencuri beraksi.

Sebaliknya bila tahu lebih cepat, terkadang korban mencari sendiri terlebih dahulu. Setelah lelah tidak menemukan, baru melapor ke aparat kepolisian.

Akan lebih baik, lanjut dia, bila ada kejadian curanmor dapat cepat dilaporkan. Karena membantu aparat keamanan dalam melakukan pengejaran dan penutupan jalur pelarian pelaku. ”Kalau agak lama, pelakunya sudah keburu kabur dan menyembunyikan kendaraan curiannya,” terang dia.

Pembobolan rumah yang ditinggal penghuninya, atau pencurian dengan kekerasan (curas) seperti perampokan, juga menjadi perhatian penting. Tim Resmob Sat Reskrim, didukung unit lainnya, dan personel di empat polsek, akan berpatroli mengantisipasi tindak kejahatan tersebut.(Riyono Toepra-red07)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *