Penggunaan Aspal Berbahan Limbah Plastik Perlu Dikaji

TEGAL – Penggunaan aspal berbahan limbah plastik dinilai cukup efisien. Meskipun demikian, masih diperlukan kajian secara khususnya terkait ada tidaknya kemungkinan pencemaran lingkungan yang ditimbulkan. Hal itu disampaikan anggota Komisi III DPRD, Sisdiono Ahmad, kemarin.

Menurut dia, dari sisi efisiensi penggunaan aspal berbahan limbah plastik diperkirakan lebih murah. Selain itu, jangka waktu diperkirakan bisa sekitar 15 tahun. “Namun yang perlu dikaji adalah ketika aspal dari limbah plastik digunakan dan terkena panas matahari menimbulkan bau ataupun pencemaran lingkungan nggak itu yang harus dikaji ?,” tegasnya.

Sementara itu, sebelumnya Pemkot Tegal dan Asosiasi Industri Olefin, Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) bekerja sama dalam pengaspalan jalan berbahan limbah plastik di Komplek Balaikota Tegal, Selasa (3/12). Jalan yang diaspal kurang lebih 1800 meter persegi dengan menggunakan sampah plastik dengan total kurang lebihi 267 ribu lembar atau dengan volume kurang lebih 500 kg.

Wali Kota, Dedy Yon Supriyono mengatakan, permasalahan limbah plastik harus ada solusi dari masyarakat. Antara lain bank sampah, berupa keterampilan, kerajinan dan digunakan untuk aspal jalan. Keunggulan aspal plastik jika terkena matahari akan memuai dan merapat jika ada pori yang berlubang. “Saya berharap, kedepan akan dilaksanakan perbaikan jalan yang sudah rusak di Kota Tegal menggunakan aspal plastik. Kita laksanakan secara bertahap, dengan skala prioritas mendahulukan jalan yang rusak lebih dahulu untuk diperbaiki,” jelasnya. (Wawan Hoed/Red1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *