Yusqon “Presiden” Terminal Tegal Diganjar PNS Inspiratif Nasional

 

TEGAL-Warga dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tegal patut berbangga. Salah satu putra terbaiknya dalam bidang pendidikan diganjar sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Inspiratif pada Anugerah Aparatur Sipil Negara (ASN) 2019.

Adalah Dr. Yusqon, yang menjadi inovator pendidikan dengan mendirikan Sekolah Terminal Sakila Kerti masuk dalam 10 nomine PNS Inspiratif dari Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB).

Yusqon yang disebut sebagai “Presiden Terminal” oleh warga belajar yang mayoritas pedagang asongan dan awak bus ini mendapat penghargaan langsung dari Mentri PAN-RB Tjahjo Kumolo di Auditorium TVRI, di Jakarta, Senin (2/12) malam.

Terdapat tiga kategori pada malam Anugerah ASN 2019 yakni PNS Inspiratif, PPT Pratama Teladan, dan The Future Leader.

Sebelumnya, para nomine telah melewati beberapa tahapan seleksi yakni seleksi administrasi, seleksi tiga tahap, verifikasi lapangan, dan tahapan wawancara.

Mereka telah bersaing ketat dengan ASN lainnya yang diusulkan dalam ajang ini. Pada pembukaan, sebanyak 1.051 usulan ASN dari 281 instansi pemerintah diusulkan dalam Anugerah ASN 2019.

Dari usulan yang masuk tersebut, dilakukan seleksi administrasi dan seleksi tahap I kemudian dipilih 100 kandidat terbaik dari ketiga kategori. Pada seleksi tahap II, telah dipilih 10 kandidat terbaik di setiap kategori dan dilakukan verifikasi lapangan.

Selanjutnya, pada seleksi tahap III, dari 10 nomine terbaik dipilih top 5 pada masing-masing kategori. Di malam penganugerahan, diumumkan tiga terbaik untuk masing-masing kategori.

Meski tak sampai masuk 5 atau 3 besar, suami dari Sismiyati guru SMP 1 Tegal ini mengaku cukup bangga bisa masuk 10 besar. Bahwa apa yang sudah dilakukannya mendapat apresiasi dari Kementrian PAN-RB.

Menurut Yusqon yang lahir dari rahim Maskanah, seorang guru SMP Al Irsyad, menjadi guru bisa dimana saja. Selain memiliki kewajiban di sekolah formal di SMK 2 Tegal sebagai guru dan Kepala Perpustakaan, juga bisa mengajar di terminal.

Ia mengakui, memberikan layanan pendidikan semua umur secara gratis bagi warga terminal dan sekitarnya bukan perkara mudah. Butuh perjuangan dan keikhlasan.

Pesan mendiang ayahnya Makmoeri yang seorang imam salat salah satu musala di kampungnya ini selalu mengingatkannya. Bahwa umur yang diberikan Tuhan harus terus dimanfaatkan untuk berbuat kebaikan dengan sesama.

“Alhamdulillah Allah telah mengangkat Kota Tegal dengan karya inovatif dan inspiratifnya dari warga masyarakat Tegal dalam karya nyata Long Life Education,” kata Yusqon, ayah dari Yuanisa Aisannafi, Muhamad Ilham Rilambang, dan Mujadid Amar Rahman. (enn/Red4).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *