Tersangka Penipuan CPNS Diserahkan Kejaksaan

* Belasan Korban Siap Hadiri Sidang

TEGAL – Penyidik di Unit I Sat Reskrim Polres Tegal Kota, menyerahkan tersangka dugaan penipuan penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS), Sugiyanto alias Sugiyanto Joyo Kusumo BSc (68), jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tegal, Senin (2/12).

Kasat Reskrim Polres Tegal Kota AKP Agus Budi Yuwono SH MH didampingi Kanit I Ipda Eko Puji Utomo SH mengatakan, penyerahan itu setelah bukti dan berita acara pemeriksaan (BAP) yang dibuat penyidik, dinyatakan lengkap. JPU Kejari Tegal yang menerima BAP dan tersangka adalah Jaksa Siti Khodijah SH.

”Jadi setelah BAP dan tersangka diserahkan ke JPU, maka tahap pemeriksaan berikutnya menjadi tanggung jawab jaksa di Kejari Tegal. Nanti ditunggu saja kapan sidangnya. Akan jelas persoalan perkara dugaan penipuan dan penggelapan uang pendaftar CPNS tahun 2012-2013,” terang dia.

Dia mengungkapkan, kasus tersebut memang waktu kejadiannya sudah cukup lama. Tapi korban baru melaporkan beberapa bulan lalu. Kemudian baru dilakukan pengembangan penyidikan, hingga akhinrya memburu keberadaan orang yang diduga melakukan perbuatan pidana penipuan dan penggelapan tersebut.

Laporan korban yang lama itu, kata dia, karena korban berharap tersangka ada itikad baik untuk mengembalikan uang yang telah diterima dari para korban. Ternyata hingga beberapa tahun tak ada kabar beritanya.

Bahkan, tersangka yang mengaku sebagai Pengawas CPNS dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat, sulit diketahui keberadaan. Penyidik yang menjalin kerjasama dengan para korbannya, akhirnya dapat mengendus dan menemukan jejak persembunyian tersangka, di Sleman, DIY.

Ratusan Korban

Berdasarkan keterangan sejumlah korban dan tersangka, ternyata kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang pendaftaran dan penerimaan CPNS untuk tahun 2012-2013, mencapai ratusan korban.

Keterangan yang dihimpun penyidik, rata-rata korban penipuan dimintai uang pelicin bervariasi. Untuk lulusan SMA ada yang dimintai Rp 60 juta hingga Rp 80 juta. Lulusan D3 atau Ahli Madya, uang pelicinnya dipatok sebesar Rp 85 juta. Sedangkan lulusan Sarjana atau Strata 1 (S1) dimintai Rp 90 juta.

Saksi dan korban lainnya mengatakan, korban penipuan tak hanya warga Kota Tegal. Tapi warga di luar daerah bahkan sampai ke Jawa Timur. Perhitungan sementara mencapai lebih dari 413 orang. Bila tiap korban memberikan uang sekitar Rp 80 juta, maka uang yang dikeruk tersangka mencapai Rp 33.040.000.000.

Sebagai bukti tersangka telah mengeruk uang miliaran rupiah dari hasil penipuan itu, ada tiga unit rumah di wilayah Kelurahan Panggung, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, yang kini jadi jaminan tersangka.

Yakni, tiga rumah itu dijaminkan ke warga yang menjadi korban penipuan. Karena para korban telah mendesak pengembalian uangnya. Tapi tiga unit rumah itu, hingga kini masih sulit dijual oleh para korbannya.

Sementara itu, dalam sepak terjangnya, tersangka ternyata tidak bertindak sendirian. Kepada penyidik, tersangka mengaku bekerjasama dengan orang yang mengaku memiliki jaringan di Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat.

”Ya tersangka boleh-boleh saja mengaku seperti ini. Tapi yang jelas, dengan satu korban yang melaporkan ke kami, dan ada bukti cukup kuat atas perbuatan pidana ini, maka kasusnya dapat secepatnya dilimpahkan ke kejaksaan,” tandas Kanit I Sat Reskrim Ipda Eko Puji Utomo.

Bahkan sejumlah korban penipuan yang selama ini bungkam, menginformasikan berencana mendatangi persidangan tersebut.(Riyono Toepra-red07)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *